Dari 200, Kini Pengurus Satlak Prima 63 Orang

Dari 200, Kini Pengurus Satlak Prima 63 Orang

Mercy Raya - Sport
Senin, 25 Jan 2016 20:08 WIB
Jakarta - Ketua Satuan Pelaksana (Satlak) Program Indonesia Emas (Prima) Achmad Soetjipto menganggap sudah melakukan upaya terbaik dalam merampingkan struktur pengurus di organisasi yang dia pimpin.

Indikatornya adalah, jika di era sebelumnya jumlah pengurus mencapai 200 orang, kali ini ia berhasil memangkas sampai tinggal 63. Mereka lalu dibagi ke dalam sembilan divisi.

"Beberapa ada yang saya pertahankan seperti mantan atlet dan mantan pengurus prima yang lama, karena saya butuh pengalaman mereka. Yang sudah saya hilangkan adalah divisi research and development. Nanti akan saya pikirkan lagi sambil berjalan," ujar Ketua Satlak Prima, Achamd Soetjipto, di Jakarta, Senin (25/1/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pak T jip – begitu Achmad biasa disapaβ€”sebelumnya sempat menargetkan jumlah pengurus Satlak Prima sekitar 50-an. Namun ada sedikit perubahan dalam rencananya.

"Dulu memang saya pernah menyebut angka 50, karena pada saat saya paparan (fit & proper test) angka segitu cukup. Tetapi ketika dihadapi ternyata memang kurang jika tujuannya untuk memperlancar kinerja. Makanya jumlah ini saya pikir sudah maksimal,” tukasnya.

Meski sudah dikurangi, menurut Tjip jumlah itu tidak akan bersifat tetap karena menyesuaikan dinamika perkembangan progress latihan. Artinya jumlah ini bisa bertambah atau menipis.

"Tapi menurut saya jumlah yang ada saat ini sudah cukup," sebutnya.

Pengurus Satlak Prima saat ini terdiri dari divisi akademi dan iptek olahraga (12 orang), akademisi ilmu kepelatihan olahraga (13 orang), mantan pengurus Prima periode tahun 2010-2015 (10 orang), mantan pengurus Program Atlet Andalan (PAL) 2008-2010 (7 orang), pegawai negeri sipili di lingkungan Kemenpora (8 orang), mantan atlet nasional (4 orang), mantan pengurus induk oragnisasi (4 orang), wartawan (2 orang), dan lain-lain dengan latar belakang ilmu ekonomi dan accounting (3 orang).

(mcy/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads