Sikap Olympic Council of Asia (OCA) yang belum sepenuhnya puas terkait progress persiapan Asian Games 2018 dipandang wajar oleh Menpora Imam Nahrawi. Pasalnya, saat ini (memang) belum ada hasil kongkret pembangunan Indonesia.
Namun dia meyakini timeline yang ditetapkan oleh Kementerian Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat dan Ketua Satuan Tugas (Satgas) untuk pembangunan infrastruktur Gelora Bung Karno dan wisma atlet bakal selesai tepat waktu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai saat ini pun INASGOC (panitia penyelenggara) tidak berhenti komunikasi dengan OCA. Itulah kenapa ada rapat Komite Koordinasi Asian Games dengan OCA, supaya pemerintah bisa berbicara detail terkait apa yang harus dilakukan secara cepat karena sudah jelas pembagian tugasnya.
Pada rapat KoorKom terakhir dengan OCA di Hotel Fairmont, OCA mengungkapkan kekhawatirannya jika Indonesia tidak bisa menyelesaikannya tepatΒ waktu, karena waktu tersisa untuk renovasi total beberapa venue tidak banyak.
Belum lagi masalah ketersediaan lahan yang terbatas untuk membuat kantung parkir. Sebab akan menjadi massalah jika ada tiga sampai empat empat pertandingan dilakukan pada waktu yang bersamaan di lokasi yang sama.
"Ya, kita lihat saja nanti. Toh, pemerintah sampai hari ini cukup ketat untuk melaksanakan seluruh proses dan program yang dibuat secara tepat waktu. Menteri PU dan Pera Basuki Hadimuljono juga sudah berkomitmen dengan itu. Tinggal kita sebagai masyarakat mendorong dan memberi dukungan kepada panitia penyelenggara," imbuhnya.
"Kalau bicara khawatir ya wajar belum ada 'barangnya', sementara kita baru mulaikan. Iya, berdoa saja supaya akhirnya baik," sambung dia.
Tak hanya itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang sebelumnya terkesan acuh terhadap persiapan Asian Games, sudah mulai mempersiapkan semua, termasuk dana, fasilitas, hingga timnya untuk mempercepat pembangunan velodrome dan pacuan kuda. (din/din)











































