Setelah sempat diramaikan dengan persoalan maskot Asian Games, Drawa, kini persiapan multievent empat tahunan ini kembali dipertanyakan. Persiapan dianggap sepi dan tak ada perkembangan terkecuali masalah administrasi. Namun, Imam membantah jika persiapan Indonesia jalan di tempat.
"Enggak (sepi). Kemarin kami rapat di Dewan Petimbangan Presiden (Wantimpres). Bahkan Bapak Basuki Hadimuljono (Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) yang ditugaskan untuk membangun mengatakan 2017 bakal kelar semua," kata Imam saat detikSport mengunjungi kantornya kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imam punya tujuan tersendiri untuk menggandeng PKL. Ia ingin menjadikan PKL di GBK sama seperti di Eropa. Dimana PKL menjadi tuan rumah dan marketing bagi negaranya.
"Intinya PKL itu tidak dibinasakan, kita butuh mereka loh. Di Eropa itu (PKL) jadi tuan rumah dan marketing semua negara. Nah, PKL ini akan kami coba seperti itu. Mereka pun siap dibina dan tata ulang serta mengedukasi diri karena akan jadi tuan rumah Asian Games. Termasuk mendapat pelatihan seperti bahasa, senyum, juga seragam," paparnya.
Nantinya, yang akan memfasilitasi adalah Asosiasi Pegadang Kaki Lima Indonesia (APKLI) yang bekerjasama dengan Kemenpora untuk memberi modal pelatihan.
"Dananya tidak besar sekitar Rp 200 juta, kita akan ambil dari pos Kemenpora," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pegadang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsum menyampaikan apresiasi kepada PPK GBK yang telah membangun komitmen melakukan penataan dan pengembangan PKL di kawasan GBK.
"Penataan PKL kawasan GBK akan dijadikan pilot project nasional oleh APKLI, terima kasih kepada Menpora dan jajaran yang telah hadir hal ini menjadi wujud konkret negara hadir," kata Ali terpisah.
(mcy/mrp)











































