Wei memberi dua catatan khusus di dua titik venue di kawasan Gelora Bung Karno Senayan. Pertama soal keamanan Stadion Utama Gelora Bung Karno, dan yang kedua terkait kapasitas stadion Madya yang terlalu kecil.
Untuk keamanan stadion utama, perhatian besar dia berikan terkait balkon VIP. Sedangkan di Stadion Madya terkait perbaikan lintasan perlu dikaji kembali peruntukan ke depannya seperti apa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Stadion Madya saya tidak puas. Lokasinya terlalu kecil. Tapi untuk saat ini masih belum diputuskan karena masih jadi depending issue," kata Wei, usai meninjau Stadion Madya.
Berbeda dengan Madya, Wei mengaku puas dengan kondisi akuatik untuk saat ini. Artinya, konsep renovasi yang ditawarkan Satgas Infrastruktur masih sesuai dengan rencana. " Ya, kalau itu saya puas."
"Intinya adalah kami sudah berdiskusi dengan baik dengan Menteri (PU-PERA). Kami melaporkan ke dia, apa yang kami lihat dan saya puas. Saya bilang ke dia (Menteri PU-PERA), tolong sampaikan ke Presiden bahwa kami telah berkunjung ke sini beberapa kali dan kami akan bekerja keras untuk dia dan Indonesia untuk menyukseskan Asian Games 2018," Wei menjelaskan.
Senada dengan Wei, Menteri PU dan PERA Basuki Hadimudjono mengatakan dua hari kunjungan OCA menjadi titik positif kemajuan Indonesia dalam pembangunan fisik infrastruktur Asian Games. Meski ada dua catatan penting dari OCA, namun hal itu tidak akan menjadi masalah yang besar. Bahkan mempengaruhi manajemen waktu yang sudah dibuat oleh Kementerian PU dan PERA.
"Tadi beliau memberikan laporan bahwa untuk yang kampung atlet di Kemayoran beliau puas atas progres, karena beliau bilang ini seperti sprint jadi begitu start pasti akan lari kencang. Untuk Kemayoran oke dan beliau yakin tidak akan ada masalah. Di Palembang juga tidak ada masalah kecuali perpanjangan untuk dayung. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air sudah berkomunikasi tentang hal ini, sedangkan untuk kampung atlet juga sudah cukup. Di GBK mungkin yang ada catatan penting, pertama main stadium soal security, yang kedua soal stadion madya."
"Tapi saya kira tidak ada masalah apakah atletik mau di stadion GBK atau di Madya. Itu semua masih sesuai dengan manajemen waktu yang kami buat. Artinya, dari 14 venue dan satu kawasan hanya dua catatan itu, jadi saya kira tidak ada masalahlah. Masih sesuai dengan rencana dan tidak akan molor. OCA justru memberikan pendapat ataau saran yang menyederhanakan," pungkasnya.
Di kawasan GBK total ada 14 venue yang akan mengalami renovasi kecil. Mempertimbangkan hanya dua titik yang mendapat catatan dari OCA, perkembangan renovasi wilayah GBK dianggap memuaskan.
Wei sudah sejak Senin (12/4/2016) kemarin tiba di Jakarta. Namun baru sehari kemudian melakukan pertemuan dengan Ketua Satgas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Imam Santoso Ernawi, dan melakukan tinjauan ke wisma atlet Kemayoran.
Pada tinjauannya selama dua hari di Jakarta, Wei ditemani oleh Penasihat Senior untuk Asian Games Rita Subowo, Ketua Satuan Tugas Infrastruktur Asian Games Imam Santoso Ernawi, juga perwakilan dari KOI Wakil Sekretaris Jenderal Dasril Anwar. Ketua Umum KOI Erick Thohir tidak nampak dalam dua hari kunjungan OCA ke Jakarta. Wei sendiri memberi banyak catatan untuk kunjungannya kali ini, meski secara keeseluruhan ia puas. Indonesia disebutnya sudah memberikan kemajuan yang cukup bagus. (mcy/din)










































