Β
Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal PP Perpani, Alman Hudrie. Panahan sendiri sejatinya sudah menyimpan tiket menuju Brasil lewat prestasi Ika Yuliana Rochmawati dan Riau Ega Agatha.
Ika mengamankan tiket Olimpiade saat berjuang di Kejuaraan Dunia Panahan di Kopenhagen, Denmark, pada akhir Juli lalu. Meski terhenti di babak 8 besar, itu sudah cukup bagi Ika untuk lolos ke Olimpiade.
Kesuksesan Ika diikuti rekannya, Riau Ega, di ajang yang sama. Dia mampu menembus partai final babak playoff nomor recurve perorangan putra pada ajang yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara hasil dari ujicoba di Piala Dunia Panahan Seri I di Shanghai, 26 April- 1 Mei lalu, hasil pertandingan tim recurve beregu putra dan putri Indonesia tidak terlalu memuaskan.
Tim yang berisi Hendra Purnama, Ega, dan M Hanif Wijaya harus angkat koper lebih awal setelah kalah di babak I setelah kalah tipis dari Jerman 4-5. Begitu dengan tim putri yang berkekuatan Ika, Titik Kusumawardani, dan Dianada Chorunisa, yang tunduk atas lawan yang sama dengan kedudukan 0-6.
"Di Turki nanti kita harus antisipasi sejak dini. Artinya harus ada evaluasi yang akan kami lakukan akhir pekan ini. Karena kalau melihat hasil Kejuaraan Asia kemarin diikuti negara Eropa tim putra bisa kok meraih medali perak, kenapa ini justru merosot," sesal Alman.
Namun begitu Alman masih menaruh keyakinan positif kepada timnya. Selama dibenahi sejak awal, ia berkeyakinan atletnya bisa meraih hasil yang memuaskan. Terpenting adalah meloloskan tim recurve putra dan putri dulu.
"Masalah Olimpiade tentu kami inginnya bisa seperti dulu dimana panahan bisa berjaya. Tapi untuk saat ini fokus meloloskan tim yang ada dulu. Masalah strategi saat di Brasil nanti dipikirkan lagi," pungkasnya. (mcy/din)











































