Saat ini, para atlet balap sepeda tengah menjalani pemusatan latihan jangka panjang guna menghadapi Asian Games 2018. Di bawah naungan Satlak Prima, para atlet terebut menjalani latihan secara terpisah-pisah menyesuaikan dengan nomor disiplinnya, seperti road bike di Yogyakarta dan mountain bike di Malang.
"Saya ingin PB ISSI mempunyai pusat pelatihan terpadu. Saya iri dengan PBSI yang mempunyai pusat pelatihan nasioonal di Cipayung," ujar Ketua Umum PB ISSI, Raja Sapta Oktohari. Pria yang akrab disapa Okto itu baru saja melakukan kunjungan ke pelatnas road bike dan mountain bike selama dua pekan terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Okto juga berharap agar para atlet yang tengah menjalani pelatnas bisa memiliki mimpi yang lebih besar lagi. Tidak hanya sebatas Asian Games, tetapi hingga Olimpiade 2020.
"Target dari Satlak Prima itu sampai Asian Games. Tetapi kalau saya tidak mau berhenti di sana, kita harus bisa masuk Olimpiade 2020 di Jepang khususnya nomor BMX, road, dan track. Saya yakin kalau terus latihan pasti bisa," katanya.
Di samping untuk atlet, harapan yang mendalam juga ditancapkan Okto kepada pengurusnya. Ia mengingatkan para pengurusnya untuk lebih mengutamakan kepentingan atlet daripada kepentingan pribadi.
"Saya ingin para atlet hanya memikirkan latihan saja. Kami, para pengurus, yang harus berpikir untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk atlet. Saya tidak ingin ada pengurus yang memikirkan perutnya sendiri. Kalau ada yang seperti itu tolong laporkan kepada saya, agar saya ganti. Tidak peduli siapapun, karena waktu kita untuk mempersiapakan diri tinggal sedikit lagi," pungkasnya. Β
(mcy/roz)











































