Etape ketiga TdF, Sabtu (21/5/2016), menempuh jarak 123,3 kilometer. Pebalap tercepat, Yinghon Ronald Yeung dari Wisdom-Hengxian Cycling Team, menghabiskan waktu 3 jam 34 menit dan 14 detik untuk menghabiskan lintasan dengan kecepatan rata-rata 34,5 kilometer per jam.
Detiksport mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan balapan lewat udara. Turut bersama detikSport adalah Kapten AKP Dian Didik dan kopilot AKP Sugiharto, serta Kapolres Bajawa AKBP Andy Nurwandy. Helikopter milik Polri, yang digunakan untuk memantau balapan dari udara itu, berangkat dari Bandara H. Hasan Aroeboesman, Ende, Nusa Tenggara Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Ini pengalaman pertama saya mengikuti tur balap sepeda. Kesulitannya untuk bisa mendekat dan karena kecepatan kami dan para pebalap berbeda kami harus pandai-pandai mengaturnya," kata Didik.
Setelah tidak mungkin lagi mendampingi laju rombongan balap sepeda, helikopter terbang ke arah Bajawa. Dari udara, pemandangan antara Ende dan Bajawa terlihat begitu menarik. Selain laut biru dengan batu-batu birunya, salah satu pemandangan yang mencolok adalah patung Bunda Maria dengan patung salib di Puncak Wolowio di Bajawa.
Setelah sekitar satu jam berada di udara, tim helikopter turun di Stadion Kota Bajawa yang lokasinya tidak terlalu jauh dengan titik finis.
Keluarnya Yinghon sebagai juara etape ketiga itu tidak memengaruhi posisi Daniel Whitehouse dari Terengganu Cycling Team sebagai penguasa klasemen sementara dengan catatan waktu 11 jam empat menit dan 32 detik.
(fem/roz)












































