Menpora Imam Nahrawi menghadiri peluncuran alat-alat medis baru di RSON, Cibubur, Jakarta, Kamis (2/6). Dipimpin oleh Direktur RSON, Dr.dr, Basuki Suparono, Sp. OT. FICS. MARS, RSON memperkenalkan 14 alat medik baru yang semakin lengkap dan berkualitas.
15 peralatan medik baru tersebut di antaranya adalah empat alat fisioterapi, yaitu BMD (pengukur kepadatan tulang), CPET (pengukur VO2Max), Pedoscan (pemeriksa bentuk telapak kaki), dan C-Arm (alat pemeriksaan dengan fluroscopy saat operasi).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejumlah peralatan sport science yang dimiliki oleh RSON sebelumnya juga sudah dimanfaatkan oleh atlet nasional dan atlet daerah, khususnya dari DKI Jakarta untuk mengukur kemampuan mereka. Dengan penambahan alat ini, kami berharap pelayanan sport science akan semakin baik," ujar Dr. Basuki.
Seperti diketahui, RSON merupakan satu-satunya rumah sakit khusus olahraga yang ada di Asia, sedangkan di dunia, hanya ada dua rumah sakit yang sama yakni di Brasil dan Qatar.
Menurut Dr. Basuki, untuk pengadaan peralatan medik dan sport science tersebut menghabiskan dana sebesar Rp 13 miliar yang berasal dari dana APBN 2015. Peralatan tersebut juga sudah diverifikasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Menpora mengatakan bahwa atlet ataupun masyarakat umum tak perlu susah-susah mencari pengobatan akibat cedera. Dengan adanya peralatan medik dan sport science yang sudah menunjang di RSON tersebut bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Dia juga mengaku sedang menyusun regulasi dengan Satlak Prima mengenai kewajiban atlet nasional untuk melakukan tes kesehatan di RSON tersebut.
"Satlak Prima, kami wajibkan untuk periksakan tes kesehatan dan tes sport science di RSON. Bukan karena fasilitas di tempat lain tidak lebih baik, tapi karena untuk pemanfaatan aset yang kita punya," tutur Imam.
"Alat-alat ini bisa digunakan bagi atlet yang dibiayai negara ataupun bukan. Dengan alat-alat ini, bahwa setiap atlet atau masyarakat bisa memanfaatkan, merasakan, secara medis, layak untuk digunakan, mendapatkan perhatian serius."
Pria asal Bangkalan, Jawa Timur ini juga meminta RSON dikelola dengan baik agar bisa bekerjasama dengan negara-negara lain. "Pemerintah Malaysia juga sudah menyampaikan bahwa ini sesuatu yang menarik untuk dikerjasamakan. Semakin dikelola dengan baik, maka semua akan datang dan memenuhi standar internasional,'' kata Imam. (ads/din)











































