Peluncuran logo dan maskot Asian Games 2018 memang bukan sekali ini diluncurkan. Akhir Desember 2015, logo dan maskot Asian Games 2018 dengan tema cenderawasih diluncurkan.
Namun, logo dan maskot menjadi kontroversi. Malah, Sekjen KOI Doddy Iswandi mengakui kalau desain logo dan maskot jadul dan lebih mirip ayam ketimbang burung sesungguhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami melihat kekhawatiran publik itu sebagai keinginan mereka yang ingin terlibat menyukseskan Asian Games. Ketika launching logo kita lakukan, kan begitu dinamis harapan masyarakat. Ada yang pro kontra, minta sayembara ulang. Kami respons semuanya, tetapi respons itu harus kami jelaskan kepada msyarakat semua. Kenapa? Seperti yang disampaikan tadi ini dinamis, jadi maskot dan logo yang kita tetapkan hari ini bisa dipakai 2018.
"Mungkin saja dalam perjalanannya nanti kritik dan saran pasti terjadi. Tapi yakinlah bahwa yang penting semangatnya, bahwa turunan dari maskot dan logo nanti adalah sistem dan satu kesatuan dalam aksi Asian games di situ akan kita evaluasi.
"Logo dan maskot itu sudah final. Presiden juga sudah menetapkan jadi harus kita laksanakan. Kalau sudah begini pasti harus jalan. Pro dan kontra 'kan pasti terjadi apalagi ini berkaitan dengan seni. Tapi sekali lagi ini keputusan presiden jadi harus dilaksanakan.
"Kami (pemerintah) tentu berharap masyarakat bisa menerima karena logo ini bagus. Artinya bisa menginspirasi kita juga, karena GBK sebagai suatu peninggalan yang bisa menginpirasi untuk membuat GBK yang lainnya," ucap Imam.
Maskot Asian Games 2018 merepresentasikan Stadion Utama GBK. Adapun tiga maskot yang terdiri dari tiga satwa khas Indonesia yakni badak bercula satu, rusa bawean, dan burung cendrawasih mewakili tiga wilayah Indonesia. Itu menggambarkan slogan "Bhinneka Tunggal Ika", berbeda tapi satu.
(mcy/fem)











































