Juara di Jakarta, Tim Balap Sepeda Indonesia Siap Hadapi Tour de Singkarak

Juara di Jakarta, Tim Balap Sepeda Indonesia Siap Hadapi Tour de Singkarak

Mercy Raya - Sport
Sabtu, 30 Jul 2016 15:31 WIB
Juara di Jakarta, Tim Balap Sepeda Indonesia Siap Hadapi Tour de Singkarak
Foto: Detiksport/Mercy Raya
Jakarta - Tim nasional balap sepeda Indonesia berhasil menjuarai ajang Tour de Jakarta. Ini jadi modal bagus timnas menghadapi persaingan ketat di Tour de Singkarak.

Lomba balap sepeda jalan raya Tour de Jakarta (TdJ) diramaikan 19 tim lokal dan asing. Mulai pukul 07.00 WIB, start balapan dilakukan di depan Gedung Bank Indonesia di Jalan Thamrin. Dari Gedung BI, para peserta akan melewati putaran patung Arjuna Wijaya Monas, Jl. MH Thamrin, Jl. Jend. Sudirman, kemudian kembali ke Gedung BI.

Total ada 13 lap yang mereka lalui di ajang tersebut. Timnas Indonesia yang diperkuat tujuh pebalapnyaberhasil menjadi yang tercepat setelah membukukan waktu total 11 jam 26 menit 30 detik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara di posisi dua diamankan tim dari Terengganu Cycling Team, dengan catatan waktu yang sama. Indonesia terpilih menjadi jawara karena berhasil mendominasi di kelas individual yang mengantarkan lima pebalapnya di jajaran 10 besar.

Sedangkan posisi tiga diperoleh tim 7Eleven_Sava RBP dengan total catatan waktu 11 jam 31 menit 9 detik.

"Kami senang akhirnya timnas Indonesia bisa menang. Ini sesuai target awal pelatih cuma memang untuk kelas individualnya yang tidak dapat. Di sini sebenarnya tidak ada yang berat, cuma harus pintar dalam bermain strategi," kata salah satu anggota timnas Indonesia, Robin Manulang, usai balapan.

"Selama balapan 13 lap, kami melakukan dua kali perubahan strategi pada saat kurang enam lap dan tiga lap karena sempat keteteran juga," ujar dia lagi.

Selain Tour de Jakarta , timnas Indonesia juga akan turun di Tour de Singkarak (TdS) yang akan digelar 6-14 Agustus mendatang. Robin mengatakan kemenangan ini menjadi modal buat timnya bisa terus bersaing di tour yang sudah masuk agenda UCI tersebut.

"Tentu TdS menjadi sasaran kami juga. Namun TdJ ini juga tidak bisa menjadi patokan peta kekuatan lawan akan seperti apa karena tipe sirkuitnya sendiri kan berbeda. TdJ itu treknya lebih flat, sementara TdS variasi treknya lebih banyak, seperti tikungan dan tanjakan. "kami berharap di TdS mendapat hasil yang terbaik karena beberapa kali ikut selalui berada di posisi dua dan tiga," sambung pebalap yang sudah ikut Tour de Singkarak sejak tahun 2008 ini.

"Sejauh ini program yang diberikan pelatih memang tujuannya untuk SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. TdJ ini adalah sasaran antara kami menuju target yang sebenarnya dan sejauh ini komponen program yang diberikan pelatih secara bertahap terus ada peningkatan," papar Robin.

Selain kategori beregu, ajang ke-12 sejak 1994 ini juga melombakan kategori perorangan, dan intermedite sprint. Di nomor perorangan pebalap dari tim Pegasus Continental Cyling, Ryan Macanally berhasil menjadi yang tercepat. Disusul Zamri Saleh di posisi kedua, dan Fatahilah Abdullah. Sedangkan kategori intermedite sprint diraih oleh Harrif Saleh di lap ke-3 dan ke-8.

"Tour de Jakarta menjadi persiapan yang bagus untuk saya sebelum ke Tour de Singkarak. Saya melakukan persiapan ini selama tiga minggu di Yogyakarta dan hasilnya baik. Cuma memang TdS lebih menantang karena banyak tanjakan, sementara di sini sirkuitnya flat," kata Macannally usai kemenangannya.

"Semoga saya bisa melakukan yang terbaik di tur selanjutnya karena TdS memang sulit untuk tanjakannya. Sementara saya spesialis sprint," pungkasnya.


(mcy/mrp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads