Hal ini diungkapkan oleh Ikatan Penggiat olahraga Sepeda Jakarta (IPSJ) selaku penyelenggara usai balapan yang dihelat, Sabtu (30/7/2016) pagi WIB tadi.
"Tour de Jakarta tahun ini adalah yang ke-12. Saya sangat bangga karena turnya berjalan dengan lancar. Terlebih tim nasional Indonesia berhasil menjadi jawara, sesuai dengan harapan kami," kata Ketua Pelaksana, TdJ, Perry H. Josohadisoerjo, dalam jumpa pers yang digelar di Kementerian Pariwisata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini, balapan dikuti 13 tim lokal dan enam tim asing (termasuk tim continental tuan rumah). Yakni, Action Cycling Team dari Filipina, 7 Eleven-Sava RBP dari Taiwan, Black Inc Cycling Team (Laos), Pegasus Continental Cycling Team (Indonesia), Terengganu Cycling Team (Malaysia), dan Singha Infinite Cycling Team (Singapura).
Dimulai pukul pukul 07.00 WIB dengan mengambil posisi start dan finis yang dilakukan di depan Gedung Bank Indonesia di Jalan MH Thamrin, TdJ mendapatkan juara baru dalam kategori tim. Mereka adalah tim nasional Indonesia berhasil menjadi tercepat setelah melahap 13 putaran rute yang sama dengan jarak tempuh sekitar 175,5 KM. Kemudian disusul Terengganu Cycling Team dan 7 Eleven-SAV RBP. Masing-masing berada di urutan dua dan tiga.
Di kategori perorangan, pebalap Indonesia cukup mendominasi dengan mengantarkan empat pebalapnya di posisi 10 besar dari tim yang berbeda, kendati dari keempatnya belum ada yang berhasil menduduki posisi pertama.
"Soal visi ke depan saya pikir TdJ ini masih aman dan memenuhi syarat dari UCI. Tentu ke depannya saya berharap ada perbaikan yang lebih baik dari segi teknis dan mutu," sambungnya.
"Ke depannya kita harus lebih bersinergi lagi dengan sejumlah pihak supaya ke depannya bibit-bibit pebalap sepeda nasional terus muncul di penyelenggaraan ini. Saat ini kita telah didukung oleh PB ISSI, Pengprov DKI, dan Kementerian Pariwisata."
Sementara itu, Denny Gumulya selaku High Perfomance Director Satlak Prima bidang Perlombaan mengaku tidak puas karena belum ada pebalap Indonesia yang berhasil menjadi juara pertama di nomor Individu.
"Kami dari Satlak Prima belum puas karena juara perorangannya kita tidak dapat, tapi timnya sudah bagus. Ke depan di tur selanjutnya tim dan indonesia tetap ditargetkan untuk menjadi juara, tidak ada kata tidak juara. Namun untuk menjadi juara mereka memang harus disiplin dan berlatih lebih keras," kata Denny.
"Selain Tour de Singkarak, kita juga harus juara di SEA Games 2017 walaupun penyelenggaraannya di Malaysia. Begitu juga untuk Asian Games 2018. Target kami memang tujuannya untuk ke sana, minimal tiga medali emas," harap Denny.
(mcy/mrp)











































