Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia SKIF, Indonesia Diharapkan Masuk Tiga Besar

Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia SKIF, Indonesia Diharapkan Masuk Tiga Besar

Mercy Raya - Sport
Senin, 01 Agu 2016 22:10 WIB
Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia SKIF, Indonesia Diharapkan Masuk Tiga Besar
Foto: detikSport/Mercy Raya
Jakarta - Sebanyak 900 karateka dari 70 negara akan mengikuti Kejuaraan Dunia SKIF (Shotokan Karate-do International Federation) ke-12. Indonesia diharapkan masuk tiga besar pada kejuaraan ini.

"Ini menjadi kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah single event kejuaraan dunia SKIF. Terakhir kali Indonesia tampil menjadi tuan rumah pada tahun 2000 di Bali," kata Ketua Pelaksana, Aldrin Tando, dalam jumpa pers yang digelar di kawasan Pancoran, Jakarta, Senin (1/8/2016). Ajang ini sendiri akan digelar di Hall D-2 Jiexpo Kemayoran, Jakarta, pada 22-28 Agustus 2016.

Indonesia sempat mengikuti bidding untuk menjadi tuan rumah pada 2012, tetapi kalah oleh negara lain. Baru pada bidding ulang tahun 2015 --setelah Venezuela menyatakan mundur sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia SKIF 2016-- Indonesia berhasil. Namun, dengan begitu, Indonesia hanya memiliki waktu satu tahun untuk persiapan, jauh dari, idealnya, yakni tiga tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita menang dari Jerman, Turki, dan Brasil pada bidding ulang 2015 lalu. Saat ini persiapan bisa dibilang sudah siap 90 persen. Paling cuma dana saja yang kurang karena biaya yang dibutuhkan cukup besar yaitu sekitar Rp 6 miliar. Saat ini kami mendapatkan dana dari swadaya," sebut Aldrin.

Saat ini sudah ada 900 peserta yang mendaftarkan diri dari 70 negara, di antaranya Jepang, Jerman, Australia, Amerika Serikat, Inggris, Italia, Hong Kong, dan Brasil. Pendaftaran peserta sendiri sejatinya sudah ditutup, namun karena banyak permintaan akhirnya dibuka kembali hingga 20 Agustus mendatang.

"Jadi, sebenarnya jumlah peserta ini masih bisa terus bertambah. Untuk akomodasi semua dibebankan kepada peserta, cuma mereka menginapnya di Hotel Sultan. Tapi, kami menyediakan shuttle bus untuk peserta menuju Jiexpo," ucap Aldrin, seraya menambahkan bahwa dipilihnya Kemayoran dikarenakan Kompleks Gelora Bung Karno sedang direnovasi untuk Asian Games 2018.

Ada 63 kelas yang dibuka, yaitu kelas senior nomor kata dan kumite usia 20-39 tahun, kelas junior dari usia kurang dari 12 tahun hingga 19 tahun, kemudian kelas master usia 40-65tahun ke atas. Indonesia sendiri bakal menurunkan kekuatan penuh, termasuk tim pelatnas yang dipastikan ambil bagian.

Shotokan merupakan salah satu aliran karate, di samping ada aliran Goju-Ryu dan Shito Ryo. Shotokan menggunakan kuda-kuda yang rendah serta pukulan dan tangkisan yang keras. Gerakan Shotokan cenderung linear/frontal, sehingga praktisi Shotokan berani langsung beradu pukulan dan tangkisan dengan lawan.

"Kami sudah berkoordinasi dengan PB FORKI agar para atlet pelatnas bisa ikut ambil bagian. Saat ini tim Indonesia sudah mulai training camp sejak satu minggu lalu," kata Aldrin.

Aldrin pun berharap dengan antusiasme yang luar biasa dari banyak negara ini karate bisa ambil bagian pada gelaran Olimpiade ke-31 di Tokyo, Jepang, pada tahun 2020. Terkait target, Aldrian berharap sebagai tuan rumah Indonesia bisa menjadi juara umum di ajang ini. Peluang besar disebut ada pada kategori anak-anak, kadet, dan junior di mana training camp sudah dilakukan sejauh ini.

"Setidaknya, mudah-mudahan bisa masuk sebagai tiga besar bersama negara-negara kuat, yakni Jepang dan Denmark," pungkasnya.

(mcy/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads