Thailand, Vietnam dan Singapura Sudah Dapat Emas, Indonesia Masih Berharap

Thailand, Vietnam dan Singapura Sudah Dapat Emas, Indonesia Masih Berharap

Mercy Raya - Sport
Senin, 15 Agu 2016 15:20 WIB
Thailand, Vietnam dan Singapura Sudah Dapat Emas, Indonesia Masih Berharap
Foto: REUTERS/Marcelo del Pozo
Jakarta - Olimpiade 2016 berlangsung seminggu lagi. Ketika tiga negara Asia Tenggara lain yang sudah menggenggamnya, Indonesia masih berharap tetap bisa meraih medali emas.

Sejauh ini Thailand adalah negara Asia Tenggara terbaik karena sudah mendulang dua medali emas, yakni dari cabang angkat besi – sedangkan Indonesia "hanya" kebagian medali perak dari cabang yang sama.

Vietnam juga sudah mengantongi satu emas dari cabang menembak, sama seperti Singapura. Hebatnya, Singapura merebut emasnya dari cabang "dunia", yakni renang. Atlet mudanya, Joseph Schooling, memenangi nomor 100 meter gaya kupu-kupu dengan mengalahkan sang legenda Michael Phelps. [Baca juga: Tentang Phelps dan Schooling: Kisah 8 Tahun Lalu di Balik Medali Hari Ini]

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indonesia? Hingga hari ke-10, kontingen "Merah Putih" tetap dengan raihan dua medali perak yang disumbangkan lifter Sri Wahyuni dan Eko Yuli Irawan. Cabang yang cukup diharapkan menyumbang medali, seperti panahan dan dayung, gagal memenuhi ekspektasi.

Di cabang andalan utama, bulutangkis, ada kekhawatiran ketika ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan kandas di babak penyisihan. Pun dengan tunggal putri Lindaweni Fanetri dan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto.

Alhasil, tumpuan emas tinggal bersandar pada Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Tommy Sugiarto, dan Gresy Polii/ Nitya Krishinda Maheswari, yang hingga berita ini diturunkan masih bertahan.

"Perjuangan kita untuk merebut medali emas memang semakin berat. Tumpuan kita kini bertumpu pada mereka yang masih berjuang. Lebih berat karena ganda campuran menyisakan satu. Jadi lebih berat lagi dari harapan kita sewaktu memberangkatkan mereka," kata Ketua Satlak Prima Achmad Sutjipto, minggu (14/8/2016) malam.

Kendati demikian, Tjipto mengatakan dirinya masih memiliki harapan besar. Sebab, dalam sebuah multiajang internasional tidak ada seorang pun yang bisa memprediksi jika sudah di tingkat Olimpiade karena posisinya semua atlet sama.

"Artinya, margin satu sama lain itu sangat tipis. Kami berharap jangan diperlebar lagi. Kesiapan akhir atlet tidak bisa dibuat main-main, semua harus mempersiapkan diri," ujar dia.

Selain di cabang bulutangkis, dua atlet Indonesia yang masih akan bertanding adalah Maria Londa (lompat jauh) dan Toni Syarifudin (sepeda BMX).

"So what? Belum selesai Olimpiade, (jadi) belum berakhir," tegas Tjipto.

Di Olimpiade 2012 di London, tidak satu pun negara di Asia Tenggara yang pulang dengan membawa medali emas.

(mcy/a2s)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads