Anggaran Masih Jadi Momok Persiapan Asian Games 2018

Anggaran Masih Jadi Momok Persiapan Asian Games 2018

Mercy Raya - Sport
Selasa, 04 Okt 2016 17:43 WIB
Anggaran Masih Jadi Momok Persiapan Asian Games 2018
Foto: -
Jakarta - Indonesia dalam waktu dua tahun lagi akan menghajat Asian Games. Namun masalah anggaran yang telah atau akan disetorkan kepada OCA masih menjadi persoalan di level DPR.

Salah satunya menyangkut dana 15 juta dollar AS yang sempat disetorkan kepada OCA oleh INASGOC beberapa waktu lalu. Di mana dana itu diberikan kepada OCA sebagai dana public relations dan advertising campaign Asian Games 2018. Padahal Indonesia sendiri masih memiliki tanggungan yang harus dibayar kepada OCA sebesar 30 juta dollar sebagai dana penyiaran dengan deadline tahun ini.

"DPR meminta laporan pertanggung jawaban dana 15 juta dollar AS yang pernah diberikan INASGOC ke OCA. Artinya itu dana untuk apa? peruntukannya bagaimana? Ini yang saya atau kami tengah siapkan, sehingga DPR punya rencana dan memutuskan anggaran INASGOC di 2017," kata Menpora Imam Nahrawi di Kantor Kemenpora, Selasa (4/10/2016).

Menurut menteri asal Bangkalan ini, penuntasan laporan harus terus digeber karena berkaitan dengan status dana 30 juta dollar AS, yang wajib dibayarkan Indonesia guna kepentingan broadcasting fee kepada OCA.

Uang US$ 30 juta yang harus dibayarkan Indonesia pada OCA merupakan dana penyiaran. Kewajiban terebut sudah tertuang dalam Host City Contract. Indonesia sebelumnya sudah menyetorkan uang jaminan sebesar US$ 2 juta dan US$ 15 juta.

"DPR akan menyetujui jika sudah ada penjelasan ini (soal dana sebelumnya yang disetorkan kepada OCA). Memang ini menjadi pelajaran buat kita semua, bahwa anggaran yang bersumber dari APBN tidak bisa serta merta digelontorkan begitu saja kepada OCA harus ada penjelasan detil. Karena ada pertanggung jawaban. DPR selaku yang menyetujui nanti pasti suatu saat akan ditanya masyarakat untuk apa. Baik broadcast atau komitmen fee yang 15 juta."

"Kami pun juga harus mempelajari secara detil karena kami tidak ingin ke depan tiga sukses prestasi, administrasi dan penyelenggaraan itu kemudian tercederai. Jadi lebih baik clear hari ini dari pada selesai 2018 ada soal," tukasnya. (mcy/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads