Dimulai sejak Mei 2016, pembangunan velodrome --yang akan digunakan untuk ajang balap sepeda di Asian Games 2018-- memang belum terlihat secara mata telanjang pembangunannya. Dari pantauan detikSport, lahan seluas tiga hektar itu kondisi masih rata dengan tanah. Meski begitu, pada bagian lain di kawasan ini sudah terlihat beberapa paku bumi yang akan digunakan untuk pondasi.
Project Manajer venue velodrome, Iwan Takwin, mengatakan saat ini timnya masih fokus di bagian kontruksi pondasi velodrome. Hal ini cukup memakan waktu lama karena harus melakukan tes tanah dan mencocokan dengan desain yang akan dibuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Iwan, velodrome sendiri ditargetkan bakal selesai Juni 2018 dan sejauh ini tidak ada kendala yang berarti. "Schedule kami memang selesainya lebih dari setahun itu karena kami berbicara desain dan built. Tapi, kami tentu ingin berusaha bisa lebih cepat," ungkapnya.
Sebab dalam prosesnya, velodrome ini juga akan melakukan proses sertifikasi kelayakan dari UCI (Federasi Balap Sepada Internasional). "Sertifikasi dari UCI itu sekitar Januari 2017. Beruntungnya saat sertifikasi, velodrome ini tidak perlu selesai sampai 100 persen dulu, terpenting trek dan tribunnya harus sudah ada. Karena yang paling utama yang dicek itu adalah treknya, panjangnya kemiringannya, itu yang harus siap," kata Iwan.
Sementara itu, Ketua INASGOC, Erick Thohir, mengaku optimistis dengan target yang dicanangkan semua bakal tercapai. Bagi Presiden Inter Milan itu, selama tidak ada yang terlambat waktu yang tersisa untuk persiapan menuju Asian Games bisa terkejar.
"Memang agak mepet tetapi seperti yang kita lihat kondisi lapangan di sini alhamdullilah dalam kondisi kondusif, artinya tidak ada masalah lain seperti di tempat lain," kata Erick.
"Kami tentu berharap velodrome ini nantinya juga akan multifungsi. Artinya tidak hanya untuk penyelenggaraan Asian Games saja, pasca-event masyarakat yang tinggal di dekat area ini bisa juga merasakan multiefeknya daripada pembangunan Asian Games, yaitu ruang publik sehingga Jakarta tidak panas. Soalnya saya dengar akan ditanami pohon-pohon."
(mcy/roz)











































