Terkendala Penginapan, Latihan Tim Angkat Besi di Cibubur Terhambat

Terkendala Penginapan, Latihan Tim Angkat Besi di Cibubur Terhambat

Mercy Raya - Sport
Selasa, 01 Nov 2016 20:14 WIB
Terkendala Penginapan, Latihan Tim Angkat Besi di Cibubur Terhambat
Foto: ist (CdM Indonesia)
Jakarta - Tim angkat besi hingga kini belum menjalani latihan di Cibubur. Akomodasi dan sarana pendukung di kawasan tersebut masih menjadi salah satu kendala mereka sampai urung latihan.

Sesuai jadwal, awal Oktober seharusnya tim angkat besi mulai menjalani latihan di Cibubur, tepatnya di Gedung Pemudi yang terletak di Pusat Pengembangan Pemuda dan Pemudi Olahraga Nasional (PP-PON) Cibubur. Tempat ini dipilih karena lokasi latihan sebelumnya, yakni di Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno, menjalani renovasi sebagai persiapan Asian Games 2018.

Alat-alat yang biasa mereka gunakan di GBK pun sudah dipindahkan dan sudah siap digunakan. Namun tim angkat besi hingga kini belum juga melakukan latihan, meski sejak awal Oktober lalu sudah dijadwalkan masuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelatih angkat besi, Dirdja Wihardja, mengatakan timnya masih terkendala masaalah penginapan. "Sebenarnya sudah harus masuk, cuma kami masih terkendala akomodasi penginapannya. Yang ada saat ini masih terlalu kecl dan tidak cukup untuk dua orang," kata Dirdja kepada detikSport, Selasa (1/11/2016).

Terkendala Penginapan, Latihan Tim Angkat Besi di Cibubur TerhambatFoto: Mercy Raya/detikSport


Dikatakan Dirdja, hingga saat ini pihaknya masih mencari alternatif penginapan yang dapat menampung atletnya, baik itu apartemen atau rumah. "Manajer tim masih mengurus itu. Intinya, untuk alat-alat latihan sudah siap, anak-anak tinggal angkat. Tapi karena belum dapat penginapannya maka ditunda dulu," lanjut dia.

Hal senada juga diungkapkan manajer tim angkat besi, Alamsyah Wijaya. Menurutnya tak hanya soal akomodasi penginapan saja yang menghambat, tetapi fasilitas pendukung lain di tempat latihan juga masih kurang memadai.

"Sebenarnya tempat latihannya sudah lumayan, cuma mungkin sarana pendukungnya yang tidak ada. Seperti shower-nya tidak ada, lalu atapnya yang tidak terlalu tinggi. Kalau di Senayan kan atapnya tinggi, ukurannya juga beda jauh dan tidak ada kamar mandi," kata manajer tim Alamsyah Wijaya, di tempat terpisah.

"Kami bisa saja minta RSON (Rumah Sakit Olahraga Nasional), tapi permasalahannya itu kan mereka itu jam kantor. Kalau sauna mungkin bisa pukul 9 pagi atau 11 siang, tapi seperti massage atau terapi jam-jam malam itu kan tidak mungkin. Itu yang mungkin jadi PR (pekerjaan rumah) kami," ujar dia.

Berbeda, kata dia, jika penginapan sudah dapat. Secepatnya para atlet akan mereka panggil untuk mulai melakoni latihan. "Ya untuk sekarang mereka masih latihan di daerah masing-masing dulu."

Pemindahan lokasi ke Cibubur selain karena ada renovasi di GBK, juga sejalan dengan wacana pemerintah untuk membangun Olympic Center di kompleks Cibubur.

Terkendala Penginapan, Latihan Tim Angkat Besi di Cibubur TerhambatFoto: Mercy Raya/detikSport


Tujuannya dibuat Olympic Center adalah sebagai tempat pemusatan latihan atlet-atlet Olimpiade, selain juga untuk meningkatkan peluang sukses bagi atlet andalan Prima menghadapi ajang Asian Games 2018 dan kompetisi internasional lain seperti Olimpiade 2020.

Angkat besi, panahan, dan senam adalah tiga darisembilan cabang yang rencananya akan menampati Olympic Center tersebut. Ground breaking Olympic Center dijadwalkan akan dimulai Rabu (2/11) besok. Kontraktor yang digunakan adalah milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat dengan biaya Rp 10 miliar. Sementara awal tahun depan diharapkan Olympic Center yang telah terbangun bisa terus dikembangkan.

"Saya pribadi berkeinginan angkat besi punya padepokan sendiri. Seperti bulutangkis lah, lengkap semua. Lapangan, asrama, sport medicine semuanya ada. Kalau di Cibubur itu kan kami dikasih tempat di gedung Pemudi. Ya kita lihat saja nanti fasilitas Olympic Center seperti apa," kata Dirdja. (mcy/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads