Ahok telah menyatakan rencana untuk meniadakan pemusatan latihan daerah (pelatda) yang menjadi gawe KONI DKI Jakarta. Dia lebih senang untuk menghidupkan klub sebagai penyumbang atlet elite menuju PON, SEA Games, Asian Games, Olimpaide dan turnamen-turnamen internasional.
Nah untuk menggenjot kualitas para atlet, mereka bakal dikirim untuk berlatih ke luar negeri sesuai cabang olahraga unggulan kota tersebut. Ada 21 kota yang tersebar di seluruh dunia yang berpeluang diajak kerja sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bilang mereka harus terima atlet saya untuk sekolah olahraga bersama-sama dengan juara mereka. Saya cuma akan bayar biaya hidup atlet ini. Berapa? Paling mahal Rp 30 juta sebulan. Kalau saya bisa kirim 1000 atlet, artinya cuma Rp 30 miliar.
"Kalau kita butuh tinggal panggil mereka, kan? Semestinya atlet-atlet itu siap dong, karena sudah tanding terus dengan atlet terbaik di sana," ucap Ahok.
Hanya saja Ahok tak mau asal kirim atlet. Dia minta agar klub memberikan jaminan kalau atlet yang dikirim nanti sudah siap untuk meninggalkan keluarga dalam durasi panjang dan berlatih habis-habisan.
"Kalau cuma kirim saja enggak mau. Klub mesti buktikan dulu ada atlet yang siap untuk dikirim, ada perjanjian kalau si atlet ini benar-benar siap. Jangan sampai sana enggak betah kemudian minta pulang. Saya sudah minta agar ada 1.000 yang siap dikirim," tutur dia.
Ahok berharap dengan memaksimalkan Sister City itu, DKI jakarta kembali menjadi penyumbang terbesar dalam kontingen Indonesia di Olimpiade. Apalagi, terdekat ada hajatan besar di Jakarta dan Palembang, Asian Games 2018.
(fem/rin)











































