Diplomat Chalenge Off Road 2005
DCI Siapkan Event Internasional
Rabu, 06 Apr 2005 16:05 WIB
Jakarta - Diplomat Challenge of Indonesia (DCI) melangkah ke event internasional. Memasuki tahun kelima ini di tahun 2005 ini DCI akan menggelar event adventure off road internasional. Event internasional DCI ini direncanakan digelar di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur dari 8-18 Desember 2005. Para off-roader di event utama ini akan melewati 15 Special Competition Stage (SCS). Namun, para off-roader akan melewati tiga pra event yang berjudul Road to DCI. Pra event ini merupakan ajang menjadi ajang seleksi dan juga pemanasan sebelum para off-roader masuk ke main event. Pra event DCI ini direncanakan akan melewati 6-8 SCS. Road I digelar 20-22 Mei di Jogyakarta, Road III di Makkasar 1-3 Juli dan Road ketiga di Malang 26-28 Agustus. Peserta akan dibatasi 70 kendaraan. Para off-roader di pra event DCI ini direncanakan akan melewati 6-8 SCS sebelum memperebutkan total hadiah Rp 72,5 juta di Pra Eeven ini. Sedangkan juara umum 1, 2 dan ketiga berhak ikut event utama gratis. Baru di event utama inilah para off roader internasional akan bertarung diantaranya adalah peserta dari Malaysia, Brunei, Cina, Thailand, Australia, Inggris, Belanda, Amerika Serikat, Spanyol dan Italia.Di event utama ini ini akan memperebut total hadiah Rp 40,3jt. Juara pertama akan mendapatkan peralatan otomotif (ban super swampper) plus piala. Namun hadiah bukanlah patokan bagi para off roader yang akan membawa nama bangsa. Menurut Event Manajer Wismilak Diplomat, Stefanus H.K bahwa tahun ini peningkatan kualitas menjadi yang paling difokuskan dikarenakan tahun ini kejuaraan ditingkat menjadi taraf internasional. "Kalau soal kuantitas peserta pasti lebih mudah karena banyak peminatnya, justru yang lebih sulit adalah peningkatan kualitas karena di tahun ini event off road ini menjadi gelaran internasional," kata Stefanus, Rabu (6/4/2005).Sementara Samsier Alam, pimpinan teknik DCI ingin membuktikan kalau Indonesia mampu menyelenggarakan even bertaraf internasional. Oleh karena itu baru bisa dilakukan di tahun ini karena persiapan yang matang karena membawa nama bangsa. "Tahun kemarin memang sudah menargetkan internasional namun belum matang. Lebih baik menunggung timing yang tepat dengan persiapan yang lebih matang karena jika event ini sukses bukan nama diplomat yang dikenal tapi nama Indonesia," kata Samsier. Ditambahkannya, peserta asing bersemangat karena trek yang masuk hutan. "Peserta luar negeri justru memberi isyarat mereka ingin trek yang tidak mau ketemu kota tapi hanya di dalam hutan. Mereka suka tantangan," lanjut Samsier di Taman Ria Senayan, Jakarta. (erk/)











































