detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 28 Des 2016 17:12 WIB

BOPI Belum Izinkan ONE FC Digelar Januari Nanti

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) rupanya belum merekomendasikan untuk ajang martial art ONE FC dipertandingkan Januari nanti.

Seperti diberitakan sebelumnya, ajang ONE (One Fighting Championship) FC rencananya akan kembali digelar di Jakarta pada 14 Januari mendatang dengan mengambil tempat di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan.

[Baca jug: Ada Gelaran One FC di Jakarta Januari Nanti]

Jakarta mendapat kehormatan untuk menghelat edisi perdana ONE FC musim 2017, yang akan memanggungkan duel akbar antara juara bertahan Kelas Menengah ONE asal Rusia, Vitaly Bigdash, kontra melawan petarung asal Polandia, Marcin Prachnio.

Selain itu juga ada beberapa petarung ONE FC asal Indonesia yang tampil seperti Adrian Matheis, Sunoto, dan Stefer Rahardian.

Meski termasuk olahraga yang baru populer beberapa tahun belakang, ajang ONE FC ini sendiri telah disiarkan di lebih dari 118 negara dan ditonton kurang lebih 1 miliar orang.

Namun, kabar kurang sedap mendatangi beberapa pekan jelang perhelatan ONE FC. ONE FC Januari nanti berpotensi batal digelar mengingat BOPI selaku operator olahraga-olahraga profesional di Indonesia belum memberi rekomendasi.

Pihak penyelenggara sendiri sudah mengajukan izin 15 Desember lalu, namun sampai saat ini BOPI masih mempelajari secara seksama karena olahraga ini berisiko tinggi.

Meski ajang serupa sempat digelar pada bulan Agustus silam di Jakarta, namun untuk kali ini ada aturan baru dari BOPI menyusul rapat dengan seluruh federasi olahraga beladiri profesional bulan lalu.

"Untuk menjamin keselamatan atlet, kesejahteraan atlet, serta fairness di dalam matchmaking (penentuan lawan) atlet, serta kemajuan dunia olah raga professional Indonesia (MMA dalam hal ini), kerja sama harus dilakukan dengan organisasi atau federasi mitra dari BOPI yang sah (diakui secara legal oleh BOPI) dan kompeten (ditunjukan dengan mempunyai ranking atlet nasional dan event kejuaraan sendiri)," ujar Sekjen BOPI, Heru Nugroho, dalam perbincangan dengan detikSPort.

"Proses pemilihan atlet Indonesia, serta lawan yang dihadapi harus dikerjakan bersama dengan fihak federasi serta Badan Sanction yang merupakan perpanjangan tangan BOPI yang sah dan kompeten," sambungnya.

"OneFC harus bekerja sama dengan pihak promotor lokal (berdasarkan usulan dari federasi yang diakui BOPI dan mempunyai kompetensi) dan juga dengan matchmaker lokal untuk mengatur partai Indonesia sehingga lawan yang diberikan mereka akan seimbang, baik secara peringkat, pengalaman, maupun kemampuan sehingga keselamatan dan perkembangan atlet akan bisa terjamin. "

"Semua poin-poin di atas adalah merupakan hasil kesepakatan antara semua organisasi yang hadir pada workshop dengan pihak BOPI bulan lalu."

Jadi apakah nantinya BOPI memberikan izin atau tidak, Heru akan merapatkannya dulu dengan seluruh anggota BOPI.

"Memang belum (keputusan akhir soal rekomendasi), karena pihak mereka memohon dispensasi untuk kali ini. Kami perlu rapat pleno untuk membuat kebijakan ini, kali ini kita beri dispensasi atau tidak," tutupnya.




(mrp/nds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed