Proliga 2017 Segera Bergulir, Dimulai di Malang

Proliga 2017 Segera Bergulir, Dimulai di Malang

Mercy Raya - Sport
Jumat, 20 Jan 2017 18:01 WIB
Proliga 2017 Segera Bergulir, Dimulai di Malang
Foto: Proliga 2016 (detikSport/Rifqi Ardita)
Jakarta - Kompetisi bola voli Proliga 2017 segera bergulir. Total ada delapan kota yang ditunjuk sebagai tuan rumah, dimulai dari Malang.

Hal itu disampaikan Wakil Direktur Proliga Regi Nelwan dalam percakapan dengan detikSport, Jumat (20/1/2017). Ia menyebut kompetisi akan berlangsung 27 Januari sampai 23 April.

Delapan kota tempat penyelenggaraan sendiri terdiri dari lima kota di babak reguler, dua kota di final four, dan satu kota untuk final. Kota yang menghajat babak reguler adalah Malang (pembukaan), Palembang, Batam, Gresik, dan Surabaya. Setelah itu Solo dan Bandung menggelar final four, dengan Yogyakarta melangsungkan partai final.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejauh ini persiapan sudah bersiap, dalam artian penyelenggaraan, seperti wasit pertandingan dan perangkat-perangkat lainnya. Sudah 90 persenlah, jadi tinggal running saja nanti di Malang sebagai kota pertama," kata Regi.

Untuk peserta, kompetisi musim ini juga akan diikuti tim BNI 46 dan Bandung Bank BJB. Secara terperinci, di sektor putri akan ada tim Jakarta Elektrik PLN, Jakarta Pertamina Energi, Gresik Petrokimia, Jakarta PGN Popsivo Polwan, Batam Sindo BVN. Sedangkan di bagian putra ada Surabaya Bhayangkara Samator, Jakarta Elektrik PLN, Jakarta Pertamina Energi, Jakarta BNI 46, Palembang Bank Sumselbabel, Batam Sindo BVN.

"Sebenarnya kalau dibilang tim tidak baru-baru amat. Mereka pernah ikut proliga sebelumnya, seperti BJB itu sempat bermain sampai 2006 dulu namanya Bandung Ardeco Jabar. Lalu sekarang masuk lagi dengan nama bank BJB. Sementara BNI 46 tahun kemarin itu tidak ikut, 2015 justru yang ikut," ujar Regi.

"Tetapi walau begitu peta persaingannya yang jelas untuk tahun ini cukup merata karena pemain kita sangat terbatas, khususnya tim putri karena ada tujuh tim. Sehingga masing-masing perlu 12 pemain otomatis pemain lokalnya merata. Putranya juga ada enam, jadi tidak ada dominan. Saat ini justru peran dari pemain asing yang sangat diperlukan karena pemain lokalnya cukup merata," ungkap dia.

Regi juga mengomentari kabarnya kendala mepetnya waktu yang dihadapi tim untuk mendapatkan pemain asing. Tim putra Jakarta Elektric PLN, misalnya, yang baru akan mendapat pemain asing dari Portugal, Idner Faustino Lima Martins, pada hari Minggu (22/1) mendatang dan satu pemain lain, Bartosz Krzysiek (Polandia), dua hari berselang.

"Kalau masalah pemain asing kami serahkan semua kepada tim karena mereka yang lebih tahu kebutuhan tim di mana. Kami hanya dari sisi penyelenggara saja," tuturnya.


(mcy/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads