Rencana menggelar Tour de Jatiluhur itu muncul dari Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. Dia menyampaikan keinginan itu kepada Ketua Umum PB Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Raja Sapta Oktohari di kantor PB ISSI di Jakarta pada Senin (6/2/2017).
Lewat penggodokan selama dua hari, Okto merespons proposal dari Purwakarta itu. Okto mengumumkan kepada publik lewat media respons PB ISSI dengan pro pada Rabu (8/2).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, ISSI tengah mengajukan kepada Union Cycliste Internationale (UCI). Dalam pengajuan itu, Tour de Jatiluhur diusulkan untuk digelar 3-9 September 2017 dengan persaingan pada lima etape. Tour de Jatiluhur akan bergulir dengan grade setara dengan Tour de Singkarak: 2.2 Begitu pula dengan total hadiah, sebesar Rp 1 miliar.
"Jadi level balapannya sama seperti Singkarak. Kami tinggal tunggu saja respons dari sana seperti apa. Tapi biasanya kalau diajukan langsung disetujui UCI apalagi awal tahun pengajuannya," tutur dia.
"Padahal di sana itu (Tour de Singkarak) sembilan etape, sementara Jatiluhur rencananya hanya 5 etape, yakni empat stage race dan satu circuit race. Jadi totalnya Rp 1 miliar plus 99 tusuk sate maranggi," ungkap Okto.
PB ISSI bahkan sudah melakukan survei lokasi balapan yang rencananya mengambil jarak tempuh 500km. Dari survei awal itu ada beberapa bagian jalan yang tidak layak.
"Tetapi, bupati menjamin hal itu bakal selesai Mei mendatang. Jadi nanti akan ada 25 klub sepeda yang ikut serta, dan lima klub mungkin dari Indonesia," tuturnya.
Di ajang itu pun tidak hanya akan menggelar balapan untuk pebalap profesional, tetapi pada hari terakhir event akan digelar balapan untuk komunitas.
(mcy/fem)











































