Sebuah kecelakaan dalam kejuaraan balap motor Asia Road Racing Championship (AARC) di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat pada 7 Juni 2015 membuat M. Fadli harus keluar masuk rumah sakit. Setelah mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Pertamedika, Sentul, pria bernama lengkap Muhammad Fadli Imammudin itu menjalani perawatan lanjutan di RS Medistra Jakarta.
Cuma berjarak 15 hari dari insiden itu, istri Fadli, Diah Asri Astyavi, memasuki masa lahiran. Dengan pertimbangan kenyamanan dan kemudahan berkomunikasi, Fadli meminta Diah untuk dirawat di rumah sakit yang sama. Muhammad Ali Imammudin, putra pertama Fadli, lahir pada 22 Juni 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelahiran Ali menjadi suntikan motivasi buat Fadli. Dia bertekad untuk pulih secepatnya.
Fadli pun menjalani serangkaian penanganan untuk menyambung tulang, tendon, dan syaraf kaki kirinya. Setelah menjalani operasi ini itu selama enam bulan, Fadli mulai gundah.
Pertama, dia selalu merasakan sakit setelah menjalani satu kali operasi. Kedua, ternyata dari berbagai penanganan yang didapatkan hanya tulang-tulangnya yang bisa terangkai lagi. Tapi, jaringan dan syaraf tak pulih kembali setelah perawatan selama enam bulan.
"Banyak jaringan yang rusak. Tendon dan syaraf juga tidak memungkinkan buat saya untuk melakukan high activity. Padahal saya ini atlet dan harus kembali lagi ke profesi itu. Maka saya memutuskan untuk amputasi," kata Fadli, Kamis (9/2/2017).
"Ternyata keputusan saya tepat. Setelah amputasi proses healing berjalan dengan lebih baik," tutur Fadli.
[Baca Juga: Gerry Salim: Semangat Juang M. Fadli Menginspirasi]
Dalam masa pemulihan, Fadli punya banyak waktu luang. Dia pun sering menghabiskan waktu untuk berselancar di internet.
"Apalagi sih yang bisa dilakukan selain browsing di internet. Salah satunya saya melihat aktivitas atlet paralympic. Dari situ saya mendapatkan suntikan motivasi. Saya menganggap diri saya juga harus bisa melakukannya," ucap dia.
Fadli memilih bersepeda untuk mulai beraktivitas di pagi hari. Delapan bulan setelah itu, dia bahkan sudah menjajal motor supersport 600cc di Sirkuit Sentul.
Mulai tahun ini, Fadli mendapatkan jalan untuk menjalani kehidupan sebagai atlet lagi, bergabung dengan tim nasional paracycling. Dia akan mewakili Indonesia pada Kejuaraan Asia Paracycling di Bahrain, mulai 24 Februari sampai 3 Maret.
(fem/din)











































