Sekretaris Menpora, Gatot S. Dewa Broto, mengatakan paralayang dan jetski masuk dalam laporan yang diungkapkan oleh Ketua Satlak Prima Achmad Soetjipto pada saat rapat Koordinasi Komite dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, dua hari lalu. Dalam pertemuan itu, cabor yang masuk mechanical sport itu diyakini tak akan dicoret.
"Jetski dan paralayang aman-aman saja. Dilaporkan oleh Bapak Tjipto (Achmad Soetjipto) aman-aman saja, itu kan pendulang emas juga," kata Gatot di Kantor Kemenpora, Senayan, pada Jumat (17/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di cabang paralayang, Indonesia punya atlet paralayang yang sudah mendunia, Lis Andriana. Dia merupakan atlet asal Kuatai Barat yang merajai dunia lewat ketepatannya mendarat.
Namun begitu kata Gatot, cabor yang benar- benar riil dikurangi jumlahnya akan dilaporkan lebih lanjut oleh Satlak Prima, dalam waktu dekat.
"Harapan kami awal minggu depan Satlak Prima sudah memberikan datanya kepada kami agar kami bisa meminta Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC) untuk negosiasi kepada Dewan Olimpiade Asia (OCA)," kata dia.
"Peluangnya kami belum tahu. Kami berharap itu bisa karena pengurangan cabor ini juga sebagai bentuk efisiensi juga. Kalau jumlah cabor berkurangkan bisa mengurangi 1.500 atlet dari 11 ribu sekian," pungkasnya. (mcy/din)











































