Senam Bidik Satu Emas di SEA Games 2017

Senam Bidik Satu Emas di SEA Games 2017

Mercy Raya - Sport
Rabu, 22 Mar 2017 00:05 WIB
Senam Bidik Satu Emas di SEA Games 2017
Foto: detikSport/Rachman Haryanto
Jakarta - Lima bulan menjelang perhelatan SEA Games 2017 di Malaysia, PB Persatuan Senam Indonesia (PB Persani) terus mematangkan persiapan. Dengan persiapan yang maksimal, diharapkan target satu emas bisa tercapai.

Para pesenam proyeksi SEA Games 2017 menempa diri di Gedung Senam Raden Inten, Jakarta Timur. Di tempat latihan itu, pelatih yang juga mantan atlet senam era 80-an, Eva Butar Butar, tak henti-hentinya memberikan instruksi kepada anak-anak didiknya.

"Saat ini anak-anak sudah masuk persiapan khusus, teknik dan lainnya, jadi sudah mulai ambil gerakan namun fisik tetap terus digenjot," kata Eva, saat ditemui di sela-sela latihan pada Selasa (21/3/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PB Persani sendiri menyiapkan 11 atlet senam nomor artistik dan tim ritmik, tujuh atlet putra dan empat atlet putri. Ketujuh atlet putra saat ini telah berada di Doha, Qatar, guna menjalani Kejuaraan Dunia senam artistik pada 22-25 Maret. Sementara empat atlet putri akan menyusul tetapi untuk menjalani traning camp.

Dua di antara atlet-atlet putri itu adalah Rifda Irfanaluthfi dan Armartiani. Rifda masih berada di Jakarta karena harus menjalani ujian di sekolahnya. Sementara Armartiani harus menyesuaikan jadwal latihannya bersama Rifda dan pelatihnya, Eva, agar programnya bisa sama. Dua atlet putri lainnya berlatih di Jawa Timur.

"Lusa depan kami jalan ke Doha untuk bergabung dengan atlet-atlet lainnya di sana karena Rifda sendiri baru beres ujian Rabu (22/3)," ungkap Eva.

Rifda menjadi salah satu atlet senam yang diandalkan di SEA Games nanti. Suksesnya meraih medali perak di SEA Games 2015 menjadi tolok ukur Satlak Prima dan PB Persani, juga pelatih untuk menargetkan Rifda meraih prestasi yang lebih tinggi, yaitu medali emas.

Untuk memenuhi target itu, Eva sudah menyiapkan sejumlah program untuk para atletnya. Peraih dua medali emas, dua perak, dan satu perunggu di SEA Games 1985 itu mengatakan, selain ke Doha, dia juga akan mengirim para atletnya ke Islamic Solidarity Games di Azerbaijan, Mei mendatang, dan selanjutnya ke Jerman untuk pemusatan latihan di sana.

"ISG saya tidak menargetkan lebih karena di sana ada Kazakhstan dan Uzbekistan yang notabene senamnya juga bagus. Jadi ISG hanya untuk ujicoba saja. Sementara untuk ke Jerman saya masih menunggu surat balasan dari pihak sana."

Eva bersama atlet-atletnya harus bergerak cepat. Selain diburu waktu yang sudah mepet, adaptasi penyesuaian aturan baru penilaian kejuaraan senam internasional menjadi perhatian tersendiri.

Eva baru saja menjalani penataran wasit untuk peraturan baru kejuaraan senam di Tokyo, Jepang. Ada sekitar 64 orang dari 14 negara yang mengikuti penataran itu. Dan, hampir semua negara-negara Asia Tenggara mengikuti, sementara dari Asia di antaranya ada China dan Hong Kong.

"Jadi ada beberapa gerakan baru dan aturan baru dan dimulai di SEA Games tahun ini. Misalnya gerakan koreografi itu ada beberapa yang berubah sehingga perubahan itu juga yang akan mempengaruhi nilai si atlet. Jadi kita harus cepat untuk bisa beradaptasinya," kata dia.

"Harapan saya di ISG anak-anak sudah mantap dengan aturan barunya. Jadi saat SEA Games sudah tinggal jalan saja sembari terus menerus mematangkannya," imbuhnya.

Tentang peta persaingan di SEA Games, Eva menyebut persaingan tahun ini bakal lebih merata, terlebih dengan adanya aturan baru tersebut. Vietnam, Malaysia, Singapura, tetap akan menjadi pesaing terkuat. "Yang mungkin bisa jadi kejutan paling Filipina karena dia akan mengambil atlet senam yang berlatih lama di Amerika," sebut Eva.


(mcy/mfi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads