Gerakan Peduli Olahraga Nasional Diresmikan

Gerakan Peduli Olahraga Nasional Diresmikan

- Sport
Selasa, 19 Apr 2005 22:17 WIB
Jakarta - Sebagai salah satu cara pemecahan masalah dana di olahraga, Kementrian Pemuda dan Olahraga, Ikatan Atlet Nasional Indonesia (IANI) dan PT Triutamindo bekerjasama mewujudkan program yang diberi nama Pornas (Peduli Olahraga Nasional).Dijelaskan Direktur PT Triutamindo Dez Magowal yang didampingi staf khusus Menpora, Icuk Sugiarto, program ini diresmikan guna menjawab permasalahan minimnya dana olahraga termasuk yang menyangkut kesejahteraan para atlet. Pornas direalisasikan melalui tiga program inti yang terintegrasi satu dengan lainnya, yaitu melalui media TV, majalah dan SMS. Di televisi dan majalah, akan dibuat program infotainment olahraga (sportainment) yang akan membahas seputar kegiatan-kegiatan pelaku olahraga di tanah air. Dengan sifat menghibur dan santai dan punya sentuhan human interest. Sedangkan SMS merupakan media fasilitasi antara masyarakat untuk memberikan dukungannya kepada para atlet. Kini sudah berjalan program sms melalui nomor 7471 (sudah mulai beroperasi) dan 1141 (masih dalam tahap pengerjaan). Misalnya untuk mendukung petinju Chrisjon menjelang tarungnya pekan ini melawan Derrick Gainner, masyarakat bisa mengetik dukung (spasi) chrisjon. Cara yang sama dilakukan misalnya untuk mendukung pembalap nasional Ananda Mikola. Guna menarik minat masyarakat, penyelenggara telah mempersiapkan hadiah istimewa. Diantaranya adalah kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama atlet dan menyertai atlet dalam turnamen ke luar negeri. "Inilah salah satu program kemenpora untuk memecahkan masalah minimnya dana olahraga. Selain itu untuk mempopulerkan atlet di masyarakat. Jangan kenal atlet asing saja, atlet sendiri malah tidak tahu," ucap Icuk di Klub Rasuna, Selasa (19/4/2005)."Dana yang terkumpul pastinya akan dipergunakan bagi kepentingan olahraga. Seperti diketahui hanya lebih kurang 5 persen atlet yang hidup layak. Selebihnya masih perlu perhatian dari kita semua, memberikan masa depan jelas setelah mereka berjuang seluruh hidupnya untuk merah putih," tambah mantan pebulutangkis nasional itu. Jauh Dari Kesan JudiPenggalangan dana lewat kontribusi SMS ditekankan Icuk jauh dari unsur judi. Pasalnya dana yang terkumpul akan transparan dan dipublikasikan. "Menpora tidak mentolerir pengumpulan dana lewat judi. Program ini siap transparan dan dana yang terkumpul akan dipublikasikan. Jangan sampai pengalaman dahulu lewat SDSB terulang. Dulu kan dana yang banyak terkumpul tidak dijelaskan, PB-PB yang menerimapun juga tidak menjelaskan. Jadi kami siap publikasi soal yang yang terkumpul," tandas Icuk. (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads