Satlak Prima dan INASGOC Usulkan Enam Cabor Olimpiade dan Non-Olimpiade Dicoret

Satlak Prima dan INASGOC Usulkan Enam Cabor Olimpiade dan Non-Olimpiade Dicoret

Mercy Raya - Sport
Senin, 27 Mar 2017 00:26 WIB
Satlak Prima dan INASGOC Usulkan Enam Cabor Olimpiade dan Non-Olimpiade Dicoret
Foto: -
Jakarta - Satlak Prima dan Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) telah memberikan usulan cabang-cabang yang akan dicoret guna memenuhi kebutuhan 36 cabang olahraga. Saat ini usulan sudah ada di tangan Ketua Dewan Pengarah Asian Games Jusuf Kalla.

"Iya, ada 6 yang akan diajukan oleh INASGOC kepada OCA. Sesuai dengan usulan dari pihak Deputy II INASGOC, cabang olahraga yang akan dipangkas adalah tiga dari cabang Olimpiade dan 3 non-Olimpiade," kata Wakil Direktur Departemen Olahraga INASGOC Lukman Niode dalam pesan singkatnya kepada wartawan pada Minggu (26/3/2017).

Lukman menyebut nantinya hal ini secara resmi akan diumumkan oleh pimpinan INASGOC. Namun, yang pasti usulan tersebut saat ini sudah berada di Ketua Dewan Pengarah Asian Games.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini sudah ada di tangan Wapres. Beliau dan Ketum INASGOC yang akan make decision," ujarnya.

Sebelumnya, Jusuf Kalla mengatakan bahwa kriteria pemangkasan cabor harus mempertimbangkan beberap hal. Selain harus fokus pada cabor approval dan cabor Olimpiade, serta cabor regional Indonesia yang memungkinkan Indonesia dapat medali terbaiknya, juga harus melihat cost-nya dan jumlahnya atletnya.

"Jadi tidak asal potong saja. Tentu yang besar ongkosnya kita kurangi. Besar orangnya tapi tidak dapat kesempatan medali juga kita akan kurangi," kata JK.

Hal senada diungkapkan Ketua INASGOC Erick Thohir. Dia mengatakan, pengurangan cabor ini diharapkan tidak mengurangi kesuksesan atlet Indonesia.

"Jangan sampai kita kehilangan medali emas, pengurangan juga dilihat dari apakah cabang ini buat banyak negara itu ikut serta, kalau banyak negara yang tidak ikut hanya misalnya cabor populer untuk beberapa negara saja ya buat apa? apalagi sebagai tuan rumah kita harus bangun venue," ujar Erick.


(mcy/mfi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads