DetikSport
Selasa 25 April 2017, 19:49 WIB

INASGOC Belum Juga Umumkan Cabor Asian Games 2018, Surfing Harap-Harap Cemas

Mercy Raya - detikSport
INASGOC Belum Juga Umumkan Cabor Asian Games 2018, Surfing Harap-Harap Cemas Foto: (dok Disbudpar Aceh)
Jakarta - Panitia lokal (INASGOC) yang tak juga mengumumkan secara resmi cabang olahraga yang dipertandingkan pada Asian Games 2018 dan justru kalah cepat dengan media asing membuat federasi cabang olahraga harap-harap cemas. Tak sedikit yang kecewa.

Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) awalnya optimistis Asian Games 2018 akan melombakan surfing. Mereka mempunyai modal cukup kuat, yakni prestasi atlet yang mendunia dan cabang olahraga yang disukai anak muda zaman sekarang. Lagipula, surfing disebut bisa menjadi salah satu cara Indonesia untuk mempromosikan wisata pantai kepada para tamu nantinya.

Namun, dalam perkembangannya surfing harus kecewa. Beberapa media asing menyebut surfing termasuk cabang olahraga yang tak dilombakan sebagai konsekuensi efisiensi anggaran. INASGOC bersama Presiden Jusuf Kalla yang menggodok cabang olahraga Asian Games 2018 bersama OCA belum mau buka suara.

Sebuah kabar yang termuat dalam insidethegames.biz, menyatakan kalau OCA menyatakan empat cabor akan dicoret dari Asian Games 2018. Yakni, kriket, selancar ombak (surfing), skateboard, dan sambo. Untuk ju jitsu, jet ski, panjat tebing, bridge, dan wushu akan dikurangi nomor perlombaannya.

"Semua data sudah saya kasih. Ya, saat ini kami statusnya menunggu dan berharap. Kalau tidak dipertandingkan ya sayang saja. Berarti pemerintah belum sadar bahwa surfing itu bukan hanya olahraga prestasi tapi ujung tombak pariwisata Indonesia," kata Ketua PSOI, Arya Subiakto, kepada detikSport Selasa (25/4/2017).

"Bayangkan Indonesia adalah daerah tujuan wisata tertinggi di dunia dengan jumlah wisatawan asing yang masuk itu 2,7 juta selancar," tambah dia.

Arya juga menyayangkan karena prestasi atletnya sejauh ini cukup bagus. Arya mencontohkan Oney Anwar, peselancar Indonesia, yang saat ini dipersiapkan PSOI menghadapi multievent negara-negara Asia itu. Oney berhasil menjuarai ajang World Surfing League (Liga Selancar Dunia) di Australia 2017. Selain, Oney PSOI juga memiliki Dede Suryana sebagai juara Asia Selancar Ombak.

Ada tiga nomor yang rencananya dilombakan pada Asian Games. Yakni nomor papan pendek putra, papan pendek putri, dan papan panjang putra. Dari tiga nomor ini, Arya menyebut, Indonesia bisa merebut dua medali emas di nomor papan pendek dan papan panjang putra. Sementara di nomor papan pendek putri medali perunggu.

"Sayang saja pemerintah tidak sadar potensi ini. Yang dipentingkan saat ini emas. Apalagi selancar ombak ini mulai Olimpiade 2020 Tokyo juga sudah dipertandingkan," ucapnya.

Di samping atlet yang sudah disiapkan, Arya juga mengatakan selancar merupakan olahraga paling murah. Sebab, venuenya sendiri sudah ada di Jawa Barat sehingga tidak perlu bangun-bangun kembali.

"Kita itu sudah punya Cimaja (Jawa Barat) dan sering dijadikan venue acara ajang internasional. Lalu penduduknya juga sudah pada mengerti, dan ada hotel BUMN, Samudera beach, sehingga tidak perlu bangun hotel kembali. Atlet bisa tinggal di sana, lalu ke venue dengan menggunakan shuttle bus. Jadi paling murah sebenarnya olahraga ini. Bayangkan, olahraga lain yang harus bangun ini bangun itu. Ya kami masih menunggu lah seperti apa," ungkapnya.



(mcy/fem)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed