DetikSport
Selasa 25 April 2017, 20:10 WIB

Erick Thohir, Kapan Umumkan Cabang Olahraga di Asian Games 2018?

Mercy Raya - detikSport
Erick Thohir, Kapan Umumkan Cabang Olahraga di Asian Games 2018? Foto: @Cricket_INA
Jakarta - Pengurus pusat/besar cabang olahraga meminta agar INASGOC dan OCA segera mengumumkan cabang olahraga di Asian Games 2018. Sebab, waktu menuju pesta olahraga bangsa-bangsa se-Asia itu makin mepet.

Federasi olahraga di luar cabang olimpiade sedang resah. Sebab, belakangan muncul kabar dari media asing yang memuat daftar cabang olahraga (cabor) yang dipertahankan dan dicoret dari Asian Games 2018.

Lagipula, waktu menuju Asian Games 2018 terus berjalan. Dengan digeber mulai 18 Agustus 2018, pelatih dan atlet hanya tinggal memiliki waktu persiapan selama 479 hari mulai hari ini.

Sementara itu, INASGOC (panitia penyelenggara Asian Games 2018) dan Olympic Council of Asia (OCA) tak juga merespons. Seperti dikutip insidethegames.biz, kriket menjadi salah satu cabor yang berpotensi dicoret dari Asian Games 2018 bersama surfing, skateboard, dan sambo. Pengurangan nomor menimpa ju jitsu, jet ski, panjat tebing, bridge, dan wushu.

Sekretaris Jenderal Persatuan Cricket Indonesia (PCI), Arsyad Achmadin, meminta agar INASGOC dan OCA segara memberikan kepastian tentang cabor di Asian Games 2018. Sebelum benar-benar ada pengumuman resmi, dia masih memperjuangkan agar kriket dilombakan di Asian Games 2018.

"Kami belum menerima pengumuman resmi dari KOI atau OCA apakah cricket dimainkan atau tidak. Yang kedua, kami masih berjuang karena menurut KOI keputusannya itu pada Agustus 2017. Jadi kami masih mempunyai harapan untuk tetap cricket dipertandingkan," kata Arsyad kepada detikSport pada Selasa (25/4/2017).

Sebelumnya, surfing juga meminta agar INASGOC segera memastikan cabor-cabor di Asian Games 2018.

Arsyad tidak setuju dengan pendapat Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla atau JK yang juga Ketua Tim Pengarah Asian Games 2018, yang berencana mengurangi cabor demi efisiensi anggaran. Sebab, pengefektifan anggaran tidak bisa dilakukan dengan cara mematikan cabor. Dia menawarkan solusi anggaran untuk pelaksanaan perlombaan bisa diambil dari pos penyelenggaraan yang mubazir.

"Cost effective itu tidak harus mengurangi cabor. Itu salah. Pengefektifan anggaran itu hanya untuk penyelenggaraan, yang dianggap mubazir. Jadi jangan bunuh cabornya. Ini kan sama saja membunuh prestasi atlet yang sedang berjuang dan mempunya harapan untuk bertanding. Jadi salah banget kalau cabornya yang dimatikan. Tidak boleh," keluh dia.

"Kalau pun ingin cost effektive itu harusnya di penyelenggaraan, misalnya acara pembukaan dan penutupan, kemudian cost untuk kedatangan delegasi, panitia dirampingkan dari 100 bisa jadi 50. Mobil, misalnya untuk delegasi dari harusnya Mercy bisa diganti Kijang. Jadi banyak cara. Jangan cabor yang dikorbankan. Kapan lagi kita bertanding di negara sendiri menjadi tuan rumah," tambahnya.

Arsyad menambahkan PCI akan terus berjuang sampai akhir batas waktu, di samping ia juga meminta bantuan dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk menjembatani dengan OCA.

"Kami akan melobi OCA dan kami minta KOI untuk membantu secara intens untuk memperjuangkan dalam pertemuan OCA. Katanya rapat Koordinasi Komite Asian Games terakhir kan Agustus 2017."

Atlet Masih Berlatih

Sembari menunggu kepastian cabor yang dipertandingkan, tim nasional kriket masih melakukan pemusatan latihan sampai saat ini. pelatnas kriket diisi 28 atlet putra putri di Bali dan Cibubur, Jakarta Timur.

"Kami sudah menyiapkan atlet kami untuk SEA Games dan Asian Games 2018. Kami juga sudah pelatnas mandiri sejak selepas PON 2016. Kami langsung bentuk timnas, kami ujicoba sendiri ke Korea, Australia, Singapura, dan Malaysia. Total ada 28 atlet (14 putra dan 14 putri)," kata Arsyad.

Arsyad menjelaskan PCI membagi dua pelatnas di Bali dan Cibubur karena sejauh ini dua lokasi itulah yang paling sering ada pertandingan, di samping kesiapan fasilitas yang mumpuni.

"Selain itu, atlet-atlet kita ini sejauh ini bersumber dari dua lokasi itu. Katanya April ini, pelatnas kriket sudah mulai dimasukkan dalam SK (Surat Keputusan ) Prima." ujar dia.

Arsyad mengatakan di Asian Games nanti PCI berani memasang target medali emas untuk timnas putri. "Waktu ujicoba kemarin di Korea kita berhasil memukul Korea 4-1, sementara Malaysia 3-0, dan SIngapura 3-0. Jadi tidak ada alasan cricket tidak main di Asian Games nanti. Karena kalau tidak ditempat (negara) sendiri, kapan lagi," katanya.

"Memang untuk tim putra rada berat khususnya negara-negara seperti Thailand dan Sri Lanka," sebutnya.



(mcy/fem)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed