Dari data sementara pertandingan Islamic Solidarity Games (ISG) 2017 sampai hari Senin (15/5/2017), tim Merah Putih telah berhasil mengumpulkan tak kurang dari lima medali emas, 13 medali perak, dan 14 medali perunggu.
Raihan itu diapresiasi oleh Sekretaris Menpora Gatot S. Dewa Broto, yang sebelumnya ikut menjadi saksi di Baku saat Sri Wahyuni (48kg) dan Surahmat (56kg) mempersembahkan emas pertamanya untuk Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati mengapresiasi, Gatot menyebut tidak ada anggaran bonus bagi para peraih medali di ISG. Toh pada ajang-ajang ISG sebelumnya pun tidak ada anggaran bonus untuk ajang multicabang tersebut.
"Saya sudah bicara dengan Ketua KOI Erick Thohir dan kami juga telah rapat internal ditetapkan tidak ada bonus untuk peraih medali ISG. Bukan kami tidak menghormati peraih medali, tapi anggaran yang kami siapkan tahun ini adalah untuk peraih medali SEA Games dan ASEAN Para Games 2017. Kami sudah siapkan sekitar Rp 100 miliar," jelas Gatot.
"Kalau dibilang tidak ada bonus lalu dianggap tidak adil, ya tidak begitu karena ISG 2013 di Palembang pun tidak ada disediakan bonus. Lagipula mengapresiasi itu kan tidak selalu harus berbentuk uang. Dan, kemarin itu peraih medali emas seperti Sri Wahyuni langsung dikasih bonus dari CdM-nya kok dalam bentuk dollar," sebut Gatot.
(mcy/krs)











































