PB PRSI Talangi Dulu Biaya Pendanaan Ujicoba Atletnya

PB PRSI Talangi Dulu Biaya Pendanaan Ujicoba Atletnya

Mercy Raya - Sport
Kamis, 08 Jun 2017 16:55 WIB
PB PRSI Talangi Dulu Biaya Pendanaan Ujicoba Atletnya
Foto: dok: PB PRSI
Jakarta - Aktivitas ujicoba dilakukan para atlet menjelang SEA Games 2017. Tak terkecuali dari akuatik, kendatipun biaya pendanaannya harus lebih dulu ditalangi PB PRSI.

Empat cabang olahraga akuatik yang berencana melakukan ujicoba harus ditalangi lebih dulu biayanya oleh PRSI, karena belum jelasnya pendanaan Satlak Prima. Empat cabor itu yakni polo air putri ke Australia, polo air putra ke Serbia, renang ke Singapura, dan loncat indah antara ke Macau atau Budapest.

"Kami sudah memberikan proposal jauh-jauh hari, bahkan sejak Islamic Solidarity Games kemarin kami sudah mengirimkan program perencanaan kami akan kemana, termasuk renang. Sebenarnya kan mereka harus ke Prancis itu jauh-jauh hari tapi pada saat pelaksanaanya harus diubah ke Singapura," kata Wakil Ketua Umum PRSI Harlin E Rahardjo kepada detikSport di sela-sela tinjauannya ke pelatnas polo air di Kolam Renang Pertamina Simprug, Jakarta, Kamis (8/6/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harlin menjelaskan sebenarnya dari sisi sport high perfomance Satlak Prima sudah mendukung, hanya saat dukungan pendanaan dan yang lainnya terkadang Satlak meminta untuk ditunda lebih dulu.

"Saya melihat harusnya secara garis besar akuatik jadi cabang prioritas, karena dari segi medali pun kita lebih banyak Renang ada 38 nomor, loncat indah 13 nomor, renang indah lima nomor, polo air ada dua. Tapi kembali lagi kondisi olahraga kita sedang seperti ini. Mereka (Satlak Prima) pun sebenarnya sudah mendukung dari Kasatlak-nya (Achmad Soetjipto) ada perhatian,"

"Tapi menurut saya harus lebih didukung, apalagi SEA Games sudah dekat dan ini fase terakhir, harusnya semangat sama-sama. Kami dari PB juga akan mati-matian memperjuangkan mereka, cuma kami ada limitasinya. Sayang kan kalau antiklimaks. Perjuangan kami akan sia-sia jika tidak optimal di akhir.

"Kami menalangi dulu karena pekan depan sudah akan jalan. Jadi kami benar-benar berpacu dengan ketat dan menekan cost dengan ketat. Mudah-mudahan juga bisa diganti Satlak," tuturnya.

Harlin juga menilai sistem pencairan dana pemerintah saat ini semakin membingungkan cabor. Termasuk setiap pengajuan ujicoba harus berizin dari Sekretariat Negara.

"Sistem harus dapat izin dari Setneg saja saya baru tahu dua hari lalu. Sebelumnya kan tidak seperti itu dan ini sudah berulang kali berganti-ganti sistem pencairan atau pengajuannya. Ya, saya berharap ke depan sebaiknya lebih simple-lah jangan seperti ini," sebutnya.


(mcy/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads