Polo air putri menjalani pelatnas sejak Maret lalu. Selama itu pula mereka belum sama sekali melakukan latih tanding di luar negeri. Nah, sisa dua bulan jelang SEA Games ini mereka berencana untuk menjalani ujicoba di Sydney, Australia.
Pelatih polo air, Zoran Kontic, mengatakan progres latihan timnya cukup meningkat. Dirinya hanya tinggal mengujinya dengan latih tanding di luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga menyebut tidak ada kendala dalam persiapan, selain menunggu persetujuan untuk pergi ke Satlak Prima. "Kami tinggal menunggu persetujuan saja,di luar itu tidak ada masalah. Dalam olahraga tak pernah ada cukup waktu, meski Anda memulainya terlambat. Di SEA Games nanti tak akan ada yang peduli apa yang sudah kami lakukan saat latihan, yang terpenting adalah hasil dan saya yakin anak-anak akan memberikan segenap tenaga untuk meraihnya," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PRSI Harlin E Rahardjo mengatakan Australia dipilih karena kebetulan pelatih polo air punya akses ke sana dan negara itu dinilai paling bagus untuk menakar kemampuan latihan tim selama ini. Rencananya selama di Australia tim selain bertanding juga menjalani latihan bersama selama dua pekan.
"Karena ini ujicoba terakhir sebelum SEA Games dan hanya satu pertandingan ini yang layak diikuti, jadi targetnya adalah untuk lebih mematangkan permainan tim karena mereka baru sekali turnamen dan mental karena kami akan bertanding dengan tim-tim di Australia," kata Harlin.
Hasil dari Australia nantinya tidak akan merubah banyak skuat yang sudah ada. Menurut Harlin, jika tidak ada cedera atau sakit, hampir semua pemain yang ikut dalam pelatnas kali ini sudah fixed.
"Saat ini ada 14 pemain. Kelihatannya sudah hampir fixed, tinggal lihat kondisi pemain saja mudah-mudahan tidak ada cedera dan prima sampai sea games," katanya.
PRSI menargetkan medali perak dari polo air putri. Manajer tim Ali Patiwiri meyakini hal itu bisa tercapai mengingat peta kekuatan negara-negara Asia Tenggara saat ini. "Kami ditargetkan medali perak tapi kami tetap berusaha untuk mendapatkan emas. Persaingan terberat dari Thailand, Singapura masih imbang dengan kita. Tuan rumah, Malaysia, tidak karena mereka kurang untuk polo air," ujar Ali. (mcy/din)











































