PABBSI Pantau Latihan Atletnya Lewat Instagram Live

PABBSI Pantau Latihan Atletnya Lewat Instagram Live

Mercy Raya - Sport
Kamis, 22 Jun 2017 13:15 WIB
PABBSI Pantau Latihan Atletnya Lewat Instagram Live
Tempat pemusatan Latihan Angkat Besi di GOR Sambilulungan, Bandung (Foto: dok.detiksport)
Jakarta - Para lifter Indonesia sedang menjalani masa liburan. Via Instagram, Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Berat Seluruh Indonesia (PB PABBSI) pun akan rutin memantau agar para atletnya itu tidak absen latihan.

Menjelang hari Raya Idul Fitri, para atlet tersebut sudah diberikan jatah liburan selama delapan hari. Tapi Manajer Angkat Besi Alamsyah Wijaya tetap meminta para lifter menjaga kondisi, apalagi SEA Games tinggal sekitar 1,5 bulan lagi.

"Sejak latihan Selasa (20/6) sore kemarin mereka sudah kami pulangkan. Mereka akan libur sampai Kamis (29/6) mendatang," kata Alamsyah kepada detikSport, Kamis (22/6/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jatah libur ini terbilang lama jika dibandingkan saat persiapan lifter menuju Olimpiade Rio de Janeiro pada tahun lalu. Alamsyah mengakui, tapi menambahkan para lifter tak melupakan kewajiban latihan selama liburan kali ini.

"Mereka bebas dari latihan itu hanya saat lebaran saja selama dua hari. Program latihan mereka tetap kami pantau lewat aplikasi. Kalau mau tahu mereka latihan atau tidak, ya kami pantau lewat live akun instagram masing-masing. Jadi setiap latihan mereka harus live instagram. Semua kan punya," bebernya.

Lagipula, imbuh Alamsyah, tanpa ada peraturan itu pun atletnya juga sudah dewasa sehingga punya kesadaran sendiri bahwa di depan mata akan ada multievent penting.

"Ya, mereka punya kesadaran sendiri lah. Jika tidak, ya diskusi lewat WhatsApp. Misalnya, 'coach latihan saya seperti ini, tapi badan capek, boleh turun nggak volume latihannya?' Kan berarti dia latihan," tuturnya.

Alamsyah mengaku yang sulit adalah memantau makanan. Tapi ia percaya para atletnya tetap memiliki kesadaran tersendiri.

"Apa boleh buat. Kami sudah wanti-wanti saat melepas mereka liburan kemarin. Seperti, 'Tolong ya, Eko jaga beratnya. Sebulan lagi'. Ya minimal secara hati nurani tersentuh. Triyatno juga begitu, jadi kami ingatkan semua. Anak-anak sudah paham itu," ucapnya.

Setelah Idul Fitri nanti para atlet PB PABBSI akan fokus kembali berlatih. Tidak akan ada agenda training camp atau uji coba lagi sampai SEA Games. "Semua langsung fokus di Soreang saja untuk latihan," sebut Alamsyah.

Masih Bermasalah dengan Akomodasi Atlet

Alamsyah juga menuturkan masalah yang masih dihadapi pihaknya terkait dana akomodasi atlet. Ia mengklaim bahwa akomodasi atlet pelatnasnya sejak awal tahun 2017 belum dibayarkan.

"Akomodasi belum dapat tapi sekarang sudah dilangsungkan antara pihak hotel dengan pemerintah," kata Alamsyah.

Sejak memutuskan pindah ke GOR Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, dari sebelumnya di PP PON di Cibubur, PB PABBSI harus menalangi kebutuhan atletnya dari Januari hingga Juni ini. Belum lagi ditambah uang saku yang dua kali telat dalam satu semester. Masih bagus karena Ketua Umum PABBSI Rosan P. Roeslani bisa menalangi keterlambatan dana pelatnas, meski akhirnya harus diganti.

"Dana akomodasi seperti hotel itu kami sudah habis Rp 1 miliar dari Januari-Juni. Itu untuk mengakomodir 12 atlet, tiga pelatih, pelatih asing, juga manajer dan lainnya. Karena hotel itu satu harinya Rp 350 ribu plus tiga kali makan," ungkap Alamsyah.

"Sekarang Rp 600 juta sudah dibayarkan oleh Bapak Rosan, tinggal Rp 400 juta lagi. Kalau tidak seperti itu, bagaimana kami bisa tinggal di sana? Mungkin kalau ada kurang-kurang makanan karena belum dibayar ya tambahin Rp 12 juta per bulan. Pandai-pandainya kami saja," lanjutnya.

Menurut Alamsyah persoalan dana pelatnas ini sejatinya bukan murni keterlambatan saja, melainkan ada miss-communication antara Satlak Prima dengan pemerintah. Jika memang ada aturan baru, ia mempertanyakan kenapa pemerintah tidak berinisiatif untuk bersikap proaktif dan membuat terobosan agar kendala ini tidak terus terjadi.

"Saya itu sampai datang ke bendahara sana karena saya bingung harus berbuat apa. Saya bilang, kami sudah menalangi Rp 600 juta. Barulah dibilang, Bapak Alam persyaratannya seperti ini itu. Saya pikir harus ada terobosan lah dari Prima untuk hal ini karena dana training camp, try out, dan akomodasi sampai sekarang belum ada yang keluar. Yang beres saat ini cuma uang saku saja. Saya sampai apatis dengan persiapan ini," tuturnya.

Karena itu juga, tambah Alamsyah, timnya berpikir ulang untuk mengirim atlet mereka ke kamp pemusatan latihan dan ujicoba di luar negeri. Daripada harus dipusingkan dengan masalah administrasi, PABBSI memilih fokus di berlatih di Soreang, Bandung, dengan waktu yang tersisa sebelum SEA Games, Malaysia, 19-30 Agustus 2017.

"Habis lebaran ini tidak ada cerita kami fokus latihan. Daripada berpikir training camp dan try out lebih baik latihan saja untuk SEA Games, karena menurut saya kalau tidak begitu tidak ada jalannya. Jadi yang bisa dilakukan dimaksimalkan saja," ujarnya.


(mcy/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads