Satuan Pelaksana Prima telah menetapkan bugdet untuk tottal 544 atlet yang akan dikirimkan ke SEA Games 2017 Malaysia mendatang sebanyak 544 orang.
Sehubungan dengan itu Ketua Umum KOI Erick Thohir mempersilakan jika ada Pengurus Besar (PB) atau Pengurus Pusat (PP) yang ingin mengirimkan atletnya ke SEA Games dengan biaya sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sebagai bapak ibu cabor mesti mendukung apalagi dengan biaya sendiri. Tapi yang kami ingatkan ke cabor itu tidak boleh salah kirim. Mereka mesti ada targetnya, supaya tidak merusak rangking Indonesia," lanjutnya.
Timnas basket putri di SEA Games di Singapura 2015 menjadi gambaran cabor yang berangkat dengan biaya mandiri dan menyumbangkan medali perak.
"Basket putri mengirim sendiri dan dapat medali perak. Itu bukan KOI (zaman) saya loh, tapi KOI sebelumnya. Jadi bukan barang baru," ujar Erick.
"Tapi pemerintah mengimbau agar cabang yang dikirim proyeksi medali? Kan mengimbau bukan melarang. Kalau mengimbau, ya kami juga imbau bagi cabor yang ingin kirim sendiri asal ada target. Kami sudah koordinasi dengan Satlak Prima, Chef de Mission sudah datang," jelasnya.
Pemerintah, melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), telah menyiapkan dana Rp 30,5 miliar untuk kontingen SEA Games 2017. Erick mengatakan akan merinci lagi hitungan itu untuk menyesuaikan dengan kebutuhan. "Kami akan rinci lagi nanti susunannya seperti apa."
Jumlah 544 atlet sendiri kemungkinan bertambah lantaran ada beberapa cabang yang akan menambah atletnya dengan persetujuan KOI. Cabang renang, misalnya. Dari 20 atlet yang masuk dalam Surat Keputusan Prima, akan ada tambahan dua atlet yaitu Yessy Yosaputra dan Felicia Agelica. Masing-masing di nomor 100 gaya punggung dan open water, dan nomor 50 dan 100 gaya dada untuk Felicia.
"Total yang akan diberangkatkan fixed 22 atlet. Jadi 20 atlet yang masuk SK Prima, sementara dua lainnya ditanggung KOI dan sudah masuk dalam total anggaran keberangkatan kontingen sebesar Rp 30,5 miliar itu. Jadi untuk akomodasi dan lainnya ditanggung KOI," kata pelatih renang Albert Christiadi Sutanto.
Albert mengatakan punya alasan mengapa PB PRSI tetap memasukkan dua nama tambahan itu. Selain berpotensi raih medali, semua sudah menyesuaikan dengan prosedur kebijakan Prima, di mana patokan memberangkatkan atlet minimal melewati medali perak pada SEA Games 2015 Singapura.
"Yessy jelas kami targetkan minimal dapat medali perak. Dia memang tidak masuk SK Prima karena kemarin-kemarin dia tidak perform. Kalau Felicia masih muda dan kebetulan lolos dari kebijakan Prima itu sendiri. Kami kan diberi target oleh Prima, karena kami terukur, jadi harus melewati perak SEA Games dua tahun lalu. Tapi bukan berarti di sini dapat perak juga, kami hanya mengharapkan dia bisa bawa pulang medali," ujarnya.
(mcy/krs)











































