Jurus-Jurus Tendangan Maut Taekwondo Itu Candu

Femi Diah - Sport
Jumat, 21 Jul 2017 16:10 WIB
Timans taekwondo putri bersama Stefanus dari detikSport. (Fayas/detikSport)
Jakarta - Mutiara Habiba dan taekwondoin lain penghuni pelatnas tak menjadi atlet tiba-tiba. Kini, mereka jsutru kecanduan.

Mutiara Habiba, Defia Rosmaniar, Ruhil, dan Dhean Titania Fazrin sama-sama menjadi penghuni pelatnas taekwondo. Mereka digembleng di GOR POPKI Persahabatan Korea dan Indonesia untuk mewakili Merah Putih ke SEA Games 2017 Kuala Lumpur.

Namun, ternyata mereka memiliki alasan berbeda-beda hingga menekuni taekwondo hingga saat ini. Mutiara dkk. bahkan berasal dari provinsi yang berbeda.

Mutaiar HabibaMutaiar Habiba (Femi Diah/detikSport)

"Dasarnya, saat kecil saya cengeng dan orang tua ingin agar saya lebih percaya diri lagi. Kemudian saya melihat orang pulang latihan taekwondo jadi tertarik," kata Muti, 21 tahun, dalam Live Chat dengan detikSport yang ditayangkan, Jumat (21/7/2017).

"Ternyata (dalam prosesnya) malah ketagihan latihan dan latihan terus. Bahkan, saat saya sempat tak dipakai oleh (Pengurus Kota Taekwondo) Semarang dan harus pindah ke kota lain, setelah sempat down, saya tetap ingin balik ke taekwondo. Sekarang lumayan ada prestasinya," kata Muti.

RuhilRuhil (Femi Diah/detikSport)

Ruhil mengenal taekwondo lewat teman-temannya semasa kecil. Sanada dengan Muti, dia menjadi ketagihan untuk terus menekuni taekwondo.

"Awalnya saya ingin mengisi waktu luang dan waktu itu diajak teman untuk ikut latihan taekwondo. Akhirnya malah jadi ketagihan," ucap Ruhil.

Defia RosmaniarDefia Rosmaniar (Fayas/detikSport)


Nah, kalau Defia berkenalan dengan taekwondo karena pengaruh kakak-kakaknya. Ternyata saat turut coba-coba, dia langsung jatuh cinta.

"Saya mengikuti hobi kakak saya yang cowok semua. Karena dulunya tomboi, bahkan saya selalu berambut cepak, jadinya ingin nyobain apa saja yang greget. Ternyata suka," ujar dia.

Dhean Titania FazrinDhean Titania Fazrin (Femi Diah/detikSport)


Sementara, Dhean sudah menemukan jalan untuk berkenalan dengan taekwondo justru dari orang tuanya. Dhean memang tumbuh dari keluarga atlet, ayah dan ibunya mantan atlet voli.

"Saya latihan taekwondo karena saran ortu karena agar bisa membela diri dan akhirnya menjadi ketagihan," tutur Dhean yang punya nomor spesialis kyorugi alias tanding.



(fem/din)