DetikSport
Rabu 23 Agustus 2017, 14:30 WIB

Panahan Minta Pemerintah Lebih Serius Tangani Pelatnas Asian Games 2018

Mercy Raya - detikSport
Panahan Minta Pemerintah Lebih Serius Tangani Pelatnas Asian Games 2018 Panahan berhasil melebihi target di SEA Games 2017 Kuala Lumpur. (Sigid Kurniawan/Antara Foto)
FOKUS BERITA: SEA Games 2017
Jakarta - Panahan mengalihkan fokus ke Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Agar tak terulang masalah-masalah klasik menuju ke SEA Games 2017, mereka meminta agar pemerintah lebih serius mendukung pelatnas.

Masalah klasik menghantui persiapan cabang olahraga ke Asian Games 2018. Panahan mengalami uang saku terlambat, sistem ujicoba yang rumit, hingga peralatan latih dan tanding yang datang terlambat.

Dengan hambatan-hambatan itu, PP Perpani berhasil melampaui target dengan mendapatkan empat medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu dari dua yang direncanakan.

"Pertama-tama alhamdullilah melebihi target yaitu empat emas 1 perak dan satu perunggu. Ini adalah achievement apalagi dengan persiapan yang cukup berat sepanjang tahun mereka berlatih terus, dengan torehan ini tentu sangat bagus," kata Ketua Umum PP Perpani Titiek Soeharto dalam sambungan telepon dengan detikSport, Rabu (23/8/2017).

Tapi, Perpani berharap agar situasi serupa tak terulang dalam persispan menuju Asian Games 2018. Dia minta Kemenpora mencari solusinya.

"Terkadang atlet ini menggunakan alat sendiri ketika mereka bertanding. Padahal untuk mengikuti kejuaraan pasti sudah disediakan pendukungnya dan anggarannya. Tapi, yang terjadi kemarin-kemarin justru peralatan panahannya itu tidak datang pada waktunya. Sekalinya datang malah tidak sesuai dengan yang diajukan bahkan mepet dengan pertandingan," kata wanita berusia 56 tahun ini.

"Kami ini ketar-ketir loh. Karena mendapat empat medali emas itu adalah achievement juga beban yang harus kami jaga. Karena tahun depan levelnya Asia dan lawan lebih kuat lagi, jadi persiapan mesti benar dan harus dapat perhatian lebih," ujarnya.

"Karenanya, kami meminta ujicoba diperbanyak. Ya, minimal tiga kali setahun kan banyak itu kejuaraan-kejuaraan internasional. Lalu soal ketersedian pelatih asing. Bukan kami mengenyampingkan pelatih nasional, tapi kami butuh teknik-teknik yang baru dan yang ahli," ujar putri Presiden Ri kedua itu.



(mcy/fem)

FOKUS BERITA: SEA Games 2017
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed