DetikSport
Jumat 25 Agustus 2017, 19:37 WIB

Raih Dua Perak di SEA Games, Begini Komentar Maria Londa

Mercy Raya - detikSport
Raih Dua Perak di SEA Games, Begini Komentar Maria Londa Foto: Wahyu Putro A/Antara Foto
FOKUS BERITA: SEA Games 2017
Kuala Lumpur - Maria Natalia Londa tak berhasil memenuhi target dua emas dari SEA Games 2017 Kuala Lumpur. Maria Londa tetap bersyukur dengan hasil itu karena dia harus berperang dengan cedera selama persiapan.

Sebagai pemilik emas lompat jauh Asian Games 2014 Incheon, Maria Londa diharapkan bisa menyumbangkan dua emas dari dua nomor spesialis dia lompat jangkit dan lompat jauh. Dalam penampilannya di di National Stadium Bukit Jalil, Kuala Lumpur Sport City, Maria Londa meraih dua perak dari dua nomor tersebut.

Maria Londa menyelesaikan final lompat jauh, Jumat (25/8/2017) dengan lompatan paling jauh 6,47 meter. Lompatan itu hanya kalah dari wakil dari Vietnam, Bui Thi Thu Thao, dengan catatan lompatan 6,67 meter. Perunggu jatuh ke tangan Marestella Sunang dari Filipina dengan catatan lompatan 6,45 meter.

"Ya bagaimana, saya hanya bisa bersyukur. Bila tidak kuat, belum tentu saya bisa menerimanya," kata Maria, yang mempunyai lompatan terbaiknya sejauh 13,52 meter saat tampil di SEA Games 2015 Singapura.

"Tuhan sudah kasih yang terbaik. Mungkin untuk orang lain dengan cedera 6 bulan dan tidak bisa apa-apa akan down dan tidak bisa kembali lagi. Tapi saya Puji Tuhan bisa kembali lagi ke sini dengan kondisi yang baik dan prestasi yang tidak sangat menurun. Masih bisa podium dan bisa bersyukur," ujar dia kemudian.

Maria mengakui jika atlet yang meraih medali emas kali ini adalah pesaingnya sejak lama. Namun, di luar lapangan dia dan Bui Thi adalah teman dekat.

"Dia memang lawan utama saya sejak saya ikut kejuaraan tingkat junior sampai sekarang, giliran terus. Pada Asian Games juga lawannya dia. Tapi kami saling bersahabat di luar lapangan," kata wanita berusia 26 tahun ini.

Maria mendapatkan perak dari nomor lompat jangkit dengan catatan 13,52 meter dalam enam kali percobaan.

[Baca Juga: Maria Londa Bawa Pulang Perak dari Lompat Jangkit di SEA Games 2017]

Libur Dua Bulan

Maria mempersiapkan SEA Games sudah sejak awal tahun. Hari-harinya berkutat dengan latihan, pengobatan, dan terapi untuk pemulihan cederanya.

Waktu dan energi terkuras guna mendapat hasil maksimal di SEA Games tahun ini. Namuan, atlet asal Denpasar, Bali, itu harus puas pulang dengan membawa dua medali perak dari nomor lompat jauh dan jangkit.

Maria masih haus gelar dengan olahraga yang sudah 15 tahun ia geluti ini. Dia bilang selama latihannya dilakukan di Bali, dia akan jalani.

Maria natalia Londa, atlet Indonesia spesialis lompat jauh dan lompat jangkit Indonesia di SEA Games 2017 Kuala Lumpur. Maria natalia Londa, atlet Indonesia spesialis lompat jauh dan lompat jangkit Indonesia di SEA Games 2017 Kuala Lumpur. Foto: Agung Pambudhy/detikSport


"Saya sudah lama menggeluti bidang ini. Selama latihannya masih di Bali, saya masih mau menjalaninya," kata dia.

Hanya, kata dia, sepulangnya dari Malaysia, dia akan mengambil libur lebih dulu sebelum melanjutkan latihan dalam rangka persiapan Asian Games 2018.

"Setelah ini saya mau liburan dulu, refreshing, sampai bulan November mendatang. Biasa liburan bersama mama dan keluarga. Soalnya, saya dan mama sama-sama di Bali tetapi jarang bertemu. Makanya mau liburan," kata Maria.

Fokus Lompat Jauh di Asian Games 2018

Menghadapi Asian Games 2018, Maria mengatakan akan fokus ke satu nomor, yaitu lompat jauh. Dia pun berharap tidak ada lagi cedera yang membayangi hari-harinya.

"Mudah-mudahan tidak ada lagi cedera, saya bisa latihan maksimal tanpa hambatan apapun," kata peraih medali emas SEA Games 2013 dan 2015 di nomor lompat jauh itu.

"Selama ini perhatian pemerintah sudah bagus pada saya, secara pribadi juga kepada pelatih. Semoga dengan segala fasilitas dan perhatian yang diberikan, saya bisa memberikan yang lebih baik untuk Indonesia dibanding SEA Games ini."

Hanya memang untuk saat ini, dia masih harus, melakukan pengobatan berupa suntikan pelumas maksimal tiga bulan sekali untuk menghilangkan gesekan keras pada lututnya.

"Mungkin akan sampai Asian Games diberi suntikannya. Di luar itu paling latihan dan recovery yang bagus," ujar dia.


(mcy/fem)

FOKUS BERITA: SEA Games 2017
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed