DetikSport
Rabu 30 Agustus 2017, 19:00 WIB

Jeblok di SEA Games, Erick Thohir: Tak Perlu Panik dan Contohlah Vietnam

Femi Diah - detikSport
Jeblok di SEA Games, Erick Thohir: Tak Perlu Panik dan Contohlah Vietnam Indra Gunawan berhasil mempertahankan emas di nomor 50m gaya dada SEA Games 2017. (Dhana Kencana/PBPRSI)
FOKUS BERITA: SEA Games 2017
Jakarta - Hasil buruk di SEA Games Kuala Lumpur menjadi pukulan telak bagi Indonesia yang bakal menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir, meminta agar olahraga Indonesia tak perlu panik dan tak malu mencontoh Vietnam.

Indonesia hanya mampu mengumpulkan 38 medali emas di SEA Games 207. Padahal, kali ini Malaysia, sebagai tuan rumah, menawarkan emas dari cabang olahraga yang lebih banyak (404 emas) ketimbang, sebut saja, SEA Games 2009 Laos (372 nomor). Saat tampil di Laos, Indonesia meraih 43 emas dan finis di urutan ketiga.

Dengan hanya meraih emas di bawah 40 keping, Indonesia mencatatkan rekor terburuk di SEA Games kali ini. Hasil itu menjadi sebuah bekal tak meyakinkan bagi Indonesia yang bakal menjadi tuan rumah Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

[Baca Juga: Malaysia Juara Umum, Indonesia Peringkat Kelima]

"Kami kehilangan sekitar 20 persen potensi emas. Memang ada hasil yang positif, seperti renang dan panahan. Tapi, secara keseluruhan hasil kali ini memang jauh dari target yang kami patok, itu memaksa kami untuk harus belajar lagi," kata Erick yang dihubungi detikSport, Rabu (30/8/2017).

Erick Thohir, ketua KOIErick Thohir, ketua KOI Foto: Rengga Sancaya

"Kita perlu mencontoh kepada Vietnam (tampil efektif dengan mengirimkan 476 atlet dan meraih 58 emas). Itu persentase yang tinggi. Mereka hanya tertarik terhadap medali emas," kata Erick yang juga menjabat sebagai ketua panitia pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC).

[Baca Juga: Indonesia Mencatatkan Hasil Terburuk di SEA Games 2017]

Erick meminta agar stake holder olahraga Indonesia tak terbenam dengan hasil buruk tersebut dan segera berbenah. Sebab, setelah SEA Games usai, Indonesia hanya memiliki waktu pendek menuju Asian Games.

"(Soal seharah terburuk) yang jawab KOI? Kami tidak membina atlet," tutur Erick.

"(Raihan 38 emas) Ini bukan sebuah masalah sistemik. Prioritas utama kami adalah Asian Games. Kami masih dalam jalur yang benar pada beberapa cabang olahraga dan pada cabang olahraga itulah kami harus berfokus. Kami harus mengirimkan atlet-atlet ke luar negeri untuk menyiapkan diri. Kami memiliki waktu 11 bulan yang cukup untuk bersiap," turut dia.

[Baca Juga: Gagal SEA Games 2015 Menpora Janji untuk Bertanggung Jawab, Kali Ini Minta Maaf]

Klasemen umum SEA Games 2017 Kuala Lumpur. Nyangka nggak kalian dengan peringkat akhir Indonesia? #seagames2017 #kualalumpur

A post shared by detiksport Official Account (@detiksport) on Aug 30, 2017 at 4:16am PDT



(fem/din)

FOKUS BERITA: SEA Games 2017
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed