Sekjen KONI: Penegasan Menpora Wajar
Senin, 16 Mei 2005 23:20 WIB
Jakarta - Sekjen KONI Johar Arifin Husin merasa wajar akan pernyataan Menpora Adhyaksa Dault yang ingin merombak total pembinaan olahraga jika Indonesia berada di peringkat kelima di SEA Games XXIII.Menpora hari Jumat lalu menyatakan bahwa target Indonesia di Filipina minimal adalah peringkat ketiga dan itu sudah harga mati. Namun jika hanya masuk lima besar maka akan dilakukan perombakan. Johar menanggapi hal itu sebagai sebuah hal yang wajar. Pasalnya, Indonesia yang sudah lama menjadi langganan umum tiba-tiba menjadi spesialis nomor tiga SEA Games. Bagi Johar ini adalah warning.Menurut Johar, pembinaan di Indonesia menjadi sebuah tanda tanya besar sehingga menjadi spesialis nomor tiga di Asia Tenggara. Padahal dari segi kuantitas rakyat Indonesia lebih besar dibandingkan jumlah populasi negara lainnya. "Wajar jika Menpora berkata seperti itu karena memang tidak pantas Indonesia berada di posisi keempat dan kelima. Malah tiga pun sangat tidak pantas juga karena Merah Putih sudah menjadi juara umum berkali-kali dan tidak wajar. Berarti ada yang tidak benar dalam pembinaan olahraga kita," kata Johar di kantornya di bilangan Senayan, Senin (16/5/2005).Johar berpendapat, bisa jadi kemunduran prestasi olahraga Indonesia dikarenakan sempat hilangnya Menpora sehingga dukungan pemerintah pun terhadap olahraga pun menjadi berkurang.Jauh berbeda dengan negara pesaing seperti tuan rumah Sea Games XXIII Filipina, rival kuat Thailand dan juara bertahan Vietnam yang mendapatkan dukungan penuh dari pemerintahnya."Thailand konsisten dengan pembinaannya, Filipina tidak sekedar ingin menjadi tuan rumah dan menjadi juara umum, mereka pun langsung mengirimkan atlet ke luar negeri, sedangkan Vietnam ingin membuktikan bukan jago kandang. Mereka ingin memperjuangkan gelarnya," lanjut Johar."Intinya untuk bisa mempertahankan atau memenuhi target minimal bertahan di peringkat ketiga perlu dilakukan penanganan serius. Bukan hanya Koni saja tapi juga pengurus induk organisasi. Begitu masuk pelatnas itu bukan tanggung jawab KONI," ujarnya. (key/)











































