DetikSport
Kamis 07 September 2017, 15:27 WIB

Pesan Umar Syarief untuk Para Atlet ke Asian Games 2018

Femi Diah - detikSport
Pesan Umar Syarief untuk Para Atlet ke Asian Games 2018 Ilustrasi: Triyaningsih saat tampil di lari 5.000m di SEA Games 2017. (Sigid Kurniawan/Antara Foto)
Jakarta - Hasil buruk SEA Games 2017 Kuala Lumpur dan rentetan masalah klasik yang terus muncul membuat Umar Syarief angkat bicara. Mantan karateka nasional itu minta agar atlet jangan mudah kalah oleh keadaan.

Uang saku yang terlambat, akomodasi yang bermasalah, peralatan latih tanding yang juga telat, serta uji coba yang tak sesuai rencana mewarnai persiapan Indonesia ke SEA Games 2017. Bahkan, beberapa cabang olahraga nomaden karena lokasi pelatnas di kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta direnovasi.

Situasi itu tak boleh lagi muncul jika berharap prestasi Indonesia kembali apik. Di sisi lain, dia meminta agar atlet juga jangan membuat situasi makin rumit dengan mengeluhkan masalah-masalah nonteknis.

"Bahkan, melihat sisi atletnya saya juga sedih. Saya mempertanyakan skill dan mental mereka. Apakah mereka layak disebut atlet nasional?Sistem dan pola yang diberikan sudah sangat bagus," kata Umar yang dihubungi detikSport, Kamis (7/9/2017).

"Kalau semata-mata fokus kepada prestasi dan demi Merah Putih, saya yakin kita mampu menjadi seorang pembunuh di atas arena pertadningan. Tapi, kalau sudah memikirkan uang dengan bilang uang sakuku mana, uang vitaminku mana, bonusku berapa, ya prestasi olahraga kita akan begini terus," ujar dia.

"Atlet harus mengubah mindset-nya. Penanganan olahraga di Indonesia sudah sangat bagus. Atlet tidur di camp dengan menginap di hotel, dapat makan, vitamun, uang saku, dan ada bonus. Coba tengok atlet luar negeri, tak semua mendapatkan uang saku, bonus, harus cari sponsor sendiri, pergi turnamen juga biaya sendiri, tapi mampu berprestasi dunia. Sebab, mereka mencintai pekerjaan mereka," ujar Umar.

Umar minta agar peraih medali Olimpiade mampu menjadi contoh untuk atlet dengan level di bawahnya. Bukan menyerah terhadap keteledoran Kemenpora.

"Yang membuat saya makin sedih, ada atlet yang levelnya sudah Olimpiade, kemudian kalah di SEA Games. Dia malah menyalahkan pemerintah karena uang saku terlambat uang vitamin terlambat. Level dia sudah Olimpiade lho dan dia dapat bonus Olimpiade dari pemerintah tidak sedikit, masa kalah di SEA Games masih nyalahin pemerintah karena vitaminnya telat," tutur Umar.

Sebagai gambaran, bonus peraih medali emas Olimpiade untuk atlet Indonesia senilai Rp 5 miliar, perak diganjar Rp 2 miliar, dan medali perunggu mendapatkan Rp 1 miliar. Nominal bonus peraih emas Olimpiade itu terbesar kedua, cuma kalah dari Singapura, Rp Rp 9,9 miliar.



(fem/din)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed