DetikSport
Kamis 07 September 2017, 18:41 WIB

Menpora, Ayo Lebih Serius Dampingi Atlet ke Asian Games 2018!

Femi Diah - detikSport
Menpora, Ayo Lebih Serius Dampingi Atlet ke Asian Games 2018! Indra Guanwan, peraih emas renang 50m gaya dada putra SEA Games 2017 Kuala Lumpur. (Dhana Kencana/PBPRSI)
Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mendapatkan sorotan tajam setelah hasil buruk di SEA Games 2017 Kuala Lumpur. Menpora pun diminta untuk lebih serius menatap Asian Games 2018.

Menilik dua kali SEA Games, dua kali pula Kemenpora yang dipimpin Imam Nahrawi gagal memenuhi target yang dipatok untuk kontingen Indonesia. Ditarget 68 medali emas, Indonesia membawa pulang 47 emas dari SEA Games 2015. Kali ini, dipatok target 55 emas, kontingen Merah Putih mendapatkan 38 emas.

Ketidakseriusan pemerintah selama persiapan SEA Games dinilai sebagai penyebab melesetnya target itu. Atlet-atlet nasional pun meminta agar tak terulang situasi serupa.

"Jangan sampai hasil memalukan itu terulang lagi. Kemenpora harus serius lagi memperbaiki yang jeblok," kata Indra Gunawan, peraih medlai emas dari renang nomor 50m gaya dada putra di SEA Games 2017, yang dihubungi detikSport.

"Buat mereka kalau kontingen Indonesia mendapatkan hasil buruk mungkin tidak berpengaruh apa-apa, tapi bagi kami kegagalan sama dengan membuang umur selama dua tahun. Latihan kami sia-sia jadinya. Kalau bukan emas, bonus pun akan melayang," kata perenang asal Siantar, Sumatera Utara itu.

Dengan usia 29 tahun, Indra memang dituntut untuk berlatih ekstra. Satu hal yang membuat Indra kesal adalah janji peralatan recovery yang tak kunjung tiba bahkan sampai SEA Games selesai digelar.

Atjong Tio Purwanto, peraih emas lari halang rintang di SEA Games 2017 Kuala Lumpur.Atjong Tio Purwanto, peraih emas lari halang rintang di SEA Games 2017 Kuala Lumpur. Foto: MASOC 2017

Peraih emas lari halang rintang putra, Atjong Tio Purwanto, juga mengungkapkan harapannya menuju Asian Games 2018. Berkaca pengalamannya, Atjong meminta agar yang berwenang lebih jeli melihat kemampuan atlet. Ya, Atjong bukan atlet andalan untuk menyumbangkan emas di SEA Games 2017. Namanya masuk daftar ke Kuala Lumpur belakangan sehingga dia harus menjalani latihan spartan yang menimbulkan cedera.

"Saya sangat antusias sekali menatap Asian Games 2018 dengan lawan-lawannya lebih luas lagi, persaingan akan lebih berat. Untuk persaingan sesama atlet Asia masih bisalah, tapi untuk atlet-atlet naturalisasi berat," kata Atjong.

"Saya berharap bisa pecah rekor nasional di Asian Games. Untuk itu tentunya berharap pembinaan tetap berlanjut, jangan dadakan masuk pelatnas seperti saat mau ke SEA Games kemarin. Sebab, risikonya besar, jadi gampang cedera," tutur anggota Batalyon Mekanis 521 D-Y Kediri, Jawa Timur itu.



(fem/din)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed