DetikSport
Selasa 24 Oktober 2017, 18:25 WIB

Agar Tak Muncul Kebohongan Target Emas di Asian Games 2018

Mercy Raya - detikSport
Agar Tak Muncul Kebohongan Target Emas di Asian Games 2018 Menpora Imam Nahrawi (Muhammad Ridho/detikSport)
Jakarta - Berkaca melesetnya target Indonesia di SEA Games 2017, Menpora Imam Nahrawi bakal berhati-hati menetapkan target ke Asian Games 2018. Dia tak ingin ada kesalahan penghitungan lagi.

Setelah Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dibubarkan, kini beberapa kewenangannya dilimpahkan kepada cabang olahraga. Mereka dituntut untuk aktif menentukan rencana anggaran dan uji coba menuju Asian Games 2018.

Pemerintah dibantu KONI bakal mengawasi kerja federasi olahraga. Kemenpora menugaskan Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga untuk mengawasi kinerja federasi.

"Makanya, kami tengah urai satu-satu cabornya. Misalnya, PSSI, tenis meja, sampai saya akan menemukan satu format target. Kemudian, kami akan koordinasikan target yang dipatok Prima. Misalnya sekian, versi cabor sekian, baru kita buat versi rasionalisasi. Berapa sih rasionalisasinya? Sehingga, anggaran yang ada 2018 ini betul-betul rasional untuk didistribusikan," kata Imam di Kantor Kemenpora, pada Selasa (24/10/2017).

[Baca Juga: KONI Sebut Saat Ini Ada 16 Cabang Prioritas untuk Asian Games]

"Yang kedua, tanggung jawab penuh bilamana gagal target bukan semata-mata pemerintah atau saya. Maka, cabor dan KONI yang harus tanggung jawab karena mereka yang mengusulkan," ujar dia kemudian.

"Kemarin ada apa-apa kan Kemenpora yang tanggung jawab. Saya langsung pasang badan untuk semua karena Prima bagian dari pemerintah. Sekarang, pemerintah hanya mengawasi, menganggarkan, dan merencanakan pelatihan, yang pelaksanaan dilakukan cabor, dan untuk pengawasan kami minta KONI. Jadi KONI hanya mengawasi saja," jelas Imam.

[Baca Juga: Satlak Prima Bubar, Cabor Prioritas di Asian Games 2018 Tak Berubah]

Sebelumnya, Indonesia targetkan lolos sepuluh besar Asia dengan perolehan 15-20 medali emas. Satlak Prima sebelumnya telah menetapkan 23 cabang olahraga yang dinilai berpotensi menyumbang medali.

Sementara, KONI dalam acara prasosialisasi bersama cabor pada Senin (24/10/2017) menetapkan 16 cabang olahraga. Jumlah itu kemungkinan masih bertambah menyesuaikan data.



(mcy/fem)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed