Setelah Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dibubarkan, kini beberapa kewenangannya dilimpahkan kepada cabang olahraga. Mereka dituntut untuk aktif menentukan rencana anggaran dan uji coba menuju Asian Games 2018.
Pemerintah dibantu KONI bakal mengawasi kerja federasi olahraga. Kemenpora menugaskan Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga untuk mengawasi kinerja federasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Baca Juga: KONI Sebut Saat Ini Ada 16 Cabang Prioritas untuk Asian Games]
"Yang kedua, tanggung jawab penuh bilamana gagal target bukan semata-mata pemerintah atau saya. Maka, cabor dan KONI yang harus tanggung jawab karena mereka yang mengusulkan," ujar dia kemudian.
"Kemarin ada apa-apa kan Kemenpora yang tanggung jawab. Saya langsung pasang badan untuk semua karena Prima bagian dari pemerintah. Sekarang, pemerintah hanya mengawasi, menganggarkan, dan merencanakan pelatihan, yang pelaksanaan dilakukan cabor, dan untuk pengawasan kami minta KONI. Jadi KONI hanya mengawasi saja," jelas Imam.
[Baca Juga: Satlak Prima Bubar, Cabor Prioritas di Asian Games 2018 Tak Berubah]
Sebelumnya, Indonesia targetkan lolos sepuluh besar Asia dengan perolehan 15-20 medali emas. Satlak Prima sebelumnya telah menetapkan 23 cabang olahraga yang dinilai berpotensi menyumbang medali.
Sementara, KONI dalam acara prasosialisasi bersama cabor pada Senin (24/10/2017) menetapkan 16 cabang olahraga. Jumlah itu kemungkinan masih bertambah menyesuaikan data.
(mcy/fem)











































