detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 27 Okt 2017 15:50 WIB

Vonis Cedera Bikin Taekwondoin Cantik Ini Menangis Tersedu-sedu

Femi Diah - detikSport
Aghniny Haque sedang memulihkan cedera lututnya. (Grandyos Zafna/detikSport) Aghniny Haque sedang memulihkan cedera lututnya. (Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta - Aghniny Haque menangis tersedu-sedu saat divonis cedera lutut kiri. Atlet taekwondo asal Semarang itu takut tak bisa menyandang bendera Merah Putih lagi di dadanya.

Mata Aghniny berkaca-kaca seketika. Dia tak percaya dengan vonis yang dibacakan dokter sebuah rumah sakit di Semarang pada 2016.

Aghniny disebut sang dokter dibekap cedera ligamen kiri. Dia perlu operasi untuk memulihkannya.

"Saya langsung nangis tersedu-sedu. Sudah kayak anak kecil," kata Aghniny saat mampir ke markas detikSport, Kamis (26/10/2017).

Tangisan itu jatuh karena cedera lutut kiri itu seolah sudah menjadi jalan buntu baginya. Aghniny seketika berpikir peluang untuk kembali ke pelatnas semakin kecil. Dia bahkan khawatir tak memiliki kesempatan untuk mewakili Indonesia lagi di kancah internasional.

[Baca Juga: Aghniny Haque di Antara Taekwondo dan Seni Peran]

Padahal sejak persiapan SEA Games 2013, dia dan skuat pelatnas taekwondo sudah dicekoki sebuah tugas istimewa. Latihan di pelatnas itu untuk tampil pada Asian Games 2018, sebuah pesta olahraga Asia yang istimewa karena Indonesia menjadi tuan rumahnya.

Jalan Aghniny untuk menunaikan tugas itu sudah terganjal ketika dia terdegradasi dari pelatnas pada 2016. Aghniny divonis cedera ligamen kanan pada 2015.

Aghniny Haque, atlet taekwondo yang sedang menjajal seni peranAghniny Haque, atlet taekwondo yang sedang menjajal seni peran Foto: Grandyos Zafna

Cedera lutut kanan itu dituai Aghniny kala berlatih bersama-sama pelatnas di Korea Selatan menjelang SEA Games 2015 di Singapura. Saat mengikuti sebuah kejuaraan di Singapura, Aghniny masih baik-baik saja. tapi, setelah turun dari gelanggang dia tak bisa berjalan. Lututnya kaku dan setelah pemeriksaan intensif di Jakarta dia dinyatakan cedera.

"Rasanya down, sedih. Saya tak menyangka ligamen kanan saya kena," kata gadis 20 tahun itu.

Dengan kondisi kurang oke tersebut, Aghniny masih menjalani latihan sembari pemulihan. Dia memilih untuk menjalani terapi dengan pertimbangan tak bisa tetap berlatih setiap hari. Sebaliknya, jika dengan operasi, dia harus istirahat total setidaknya enam bulan.

Keputusan itu tak berjalan positif. Penampilan pemilik medali emas International Phuket Open Thailand tahun 2013 itu terus menurun. Dia pun kalah saing dengan nama-nama lain. Aghniny kemudian terdegradasi dari pelatnas.

Sejak itu penampilannya terus menurun. Aghniny pun kalah bersaing dengan nama-nama baru. Dia terdegradasi dari pelatnas pada awal 2016.

Setelah terdegradasi dari pelatnas, Aghniny dipulangkan ke provinsi. Dia bergabung dengan tim Jawa Tengah untuk menghadapi prakualifikasi PON Jawa Barat.

Vonis Cedera Bikin Taekwondoin Cantik Ini Menangis Tersedu-seduFoto: Grandyos Zafna


Nah, lewat PON tersebut, Aghniny berharap bisa mendapatkan tiket untuk kembali ke pelatnas lewat medalinya. Mimpi untuk mewakili Indoensia di Asian Games 2018 masih terus terngiang di telinganya.

"Tapi malah saat pemulihan cedera lutut kanan belum juga selessai, eh kok sudah cedera lagi yang kiri," tutur dia.

Meski mendapatkan cedera dati taekwondo, tapi Aghniny belum berniat pensiun dari cabang olahraga beladiri asal Korea Selatan itu. Dia bertekad untuk kembali berlatih dan turun dalam sebuah kejuaraan. Meskipun dia menyadari benar lututnya tak bakal mamppu diajak bekerja sekeras saat dia masih berada di pelatnas.

"Saya sudah merencanakan untuk operasi. Yang kanan dulu. Doakan bisa segera pulih ya," dia berharap.




(fem/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com