detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 07 Nov 2017 00:44 WIB

Taekwondo Segera Lakukan Promosi Degradasi Atlet Pelatnas

Mercy Raya - detikSport
Suasana latihan timnas taekwondo (Hasan Alhabshy/detikSport) Suasana latihan timnas taekwondo (Hasan Alhabshy/detikSport)
Jakarta - Promosi degradasi atlet pelatnas taekwondo akan segera dilakukan oleh Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI). Hasil kejuaraan nasional akan menjadi salah satu pertimbangan dalam pengambilan keputusan terkait hal ini.

Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga PB TI, Rahmi Kurnia, mengatakan, para atlet akan dikembalikan ke daerah masing-masing pada pekan ini. Mereka akan mengikuti Kejuaraan Nasional yang digelar pada 23-26 November 2017.

"Pada pekan-pekan ini kami berencana mengambalikan atlet ke daerahnya masing-masing. Itu jika daerahnya meminta. Bersamaan dengan itu kami juga akan melakukan promosi degradasi," kata Rahmi, di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (6/11/2017).

Rahmi menjelaskan, dalam promosi degradasi nanti timnya akan membandingkan dengan hasil-hasil atlet pada kejuaraan-kejuaraan sebelumnya. Hal ini untuk melihat progress atlet dalam latihan.

"Kami sebenarnya sudah ada catatan dari latihan, tes fisik, dan tes lainnya. Karena usai SEA Games kami langsung latihan. Tapi, kami juga perlu melihat apakah si atlet ini ada peningkatan atau justru tak beranjak," Rahmi membeberkan.

"Jika dilihat dari beberapa try out hasilnya kurang bagus ya bisa dipertimbangkan untuk didegradasi. Begitu untuk promosi pada Kejurnas nanti kami tidak akan berpatok pada atlet peraih medali saja. Jika si atlet ternyata punya potensi kami akan proyeksikan untuk Asian Games," tambahnya.

Rahmi menjelaskan, saat ini jumlah atlet yang melakoni pemusatan latihan di PP PON Cibubur ada 17 orang. Sebanyak 12 atlet merupakan atlet Surat Keputusan (SK) 1 Oktober, sedangkan 5 atlet lainnya pelatnas cabor.

Jumlah itu kemungkinan akan bertambah sebab sampai saat ini ada beberapa nomor yang belum memiliki atlet. Sebagai contoh sektor putra, Rahmi menyebut masih mencari atlet untuk nomor kelas 58 kg, under 80 kg, dan over 80 kg. Sedangkan sektor putri, yakni nomor 57 kg, under 67 kg, dan over 67 kg.

"Idealnya pelatnas taekwondo itu ada 32 orang karena kami butuh sparring partner juga. Umpamanya kyorugi 10 kelas, maka harusnya ada 20 atlet. Sedangkan poomsae 4 kelas dan ada nomor tim, maka minimal 12 orang. Karena jika tidak ada, kasihan atletnya tidak ada sparring," kata Rahmi.

"Ya, jumlah ini mungkin kami akan ajukan pada Desember nanti. Pengajuan untuk 2018," ujarnya.


(mcy/mfi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed