Wushu Tolak Pemangkasan Nomor Asian Games 2018

Wushu Tolak Pemangkasan Nomor Asian Games 2018

Mercy Raya - Sport
Kamis, 30 Nov 2017 15:45 WIB
Wushu Tolak Pemangkasan Nomor Asian Games 2018
Tim Wushu Indonesia di SEA Games 2017 (Foto: dok. detikcom)
Jakarta - Cabang olahraga wushu menolak pemangkasan nomor Asian Games 2018, menyusul adanya keinginan Olympic Council of Asia (OCA) yang ingin menambah dua nomor menembak.

Usulan OCA itu sebagai konsekuensi tambahan dari permintaan penambahan nomor Asian Games 2018 kepada Presiden OCA Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah, tertanggal 9 Oktober 2017. Nomor-nomor baru yang diusulkan itu dari panahan, panjat tebing, dan taekwondo.

Sembilan nomor itu sudah disetujui OCA yang kemudian juga menghapus sembilan nomor yang sudah lebih dulu dipertandingkan; dari cabang sambo satu nomor, kurash (1), BMX (2), tinju (3), karate (1), dan jujitsu (1).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di antara kesepakatan itu, OCA ternyata juga meminta tambahan dua nomor pada cabang menembak. Konsekuensinya akan ada dua nomor dari cabang wushu dan sambo yang dikurangi.

Pengurus Besar Persatuan Wushu Indonesia (PB PWI) jelas-jelas menolak usulan tersebut. Malah mereka meminta tambahan satu nomor golok dan toya dimasukkan menjadi 16 nomor dari sebelumnya hanya mempertandingkan 15 nomor.

"Awalnya kami mengajukan penambahan satu nomor peluang medali emas dari 15 ke 16 nomor. Tapi OCA rupanya ingin mengurangi. Kami tidak tahu ada kesepakatan apa di dalamnya. Ada nomor yang diotak-atik sehingga wushu terkena imbasnya," kata manajer pelatnas Asian Games Iwan Kwok kepada detikSport di kantor Kemenpora, Kamis (30/11/2017).

"Kami tidak diberi tahu nomor apa yang akan dipangkas. dan jika diminta untuk memilih, kami tidak akan memilih karena 15 nomor itu sudah standar, sudah paling minim. Malah kalau mau ditambah nomor golok dan toya putri," ujar dia kemudian.

Lebih jauh Iwan mengatakan sejauh ini Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC) tak banyak membantu. Sebaliknya mereka pasrah.

"INASGOC hanya berdasarkan OCA. Ini yang saya anggap fighting spiritnya tidak ada. Kok pasrah. Dengan pihak INASGOC (Harry Warganegara) saya sempat ada diskusi, tapi paling mungkin memperjuangkan kembali ke 15 nomor. Ya, jika kembali ke jumlah itu bukan perjuangan tapi pasrah. Namanya berjuang ya nambah menjadi 16 nomor, jika 15 nomor ya tidak terlalu membantu wushu," ujar dia.


(mcy/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads