Proliga bergulir mulai 19 Januari sampai 15 April. Sebelum kompetisi dilaksanakan, Elektrik PLN, yang pernah menjadi juara Proliga 2015, memastikan tak akan ambil bagian.
"Surat yang menyatakan (Jakarta Elektrik PLN) tidak ikut serta dalam Proliga 2018 saya terima hari ini," kata Direktur Proliga, Hanny S Surkatty, dalam rilis kepada detikSport, Kamis (28/12/2017).
"Saat ini kita masih melakukan pembinaan. Di putra, persaingan di Proliga sangat keras dan ketat. Saat ini kita belum siap bersaing," kata salah satu ofisial Elektrik PLN, Bambang Sutanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanpa Elektrik PLN, bagian putra Proliga menyisakan lima kontestan. Yakni, Jakarta Pertamina Energi, Palembang Bank Sumselbabel, Surabaya Bhayangkara Samator, Jakarta BNI Taplus, dan Bekasi BVN.
Meski absen di kelompok putra, putri PLN bakal tetap manggung di Proliga. Tahun ini akan menjadi tahun ke-15 putri PLN dengan bekal enam kali menjadi juara (2004, 2009, 2011, 2015, 2016 dan 2017).
Persaingan pputri tahun depan diramaikan tujuh tim; Elektrik PLN, Jakarta Pertamina Energi, Gresik Petrokimia, Jakarta PGN Popsivo Polwan, Bandung Bank BJB Pakuan, Jakarta BNI Taplus, dan Bekasi BVN.
(fem/din)











































