Petinju asal Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat itu akan bertolak ke Madrid, Minggu (7/1/2018). Hal itu menyongsong duel melawan petinju London Luke Campbell untuk memperebutkan sabuk juara kelas ringan WBA pada akhir Februari mendatang.
Di Madrid, Daud akan dilatih langsung oleh mantan juara dunia kelas berat ringan Gabriel Campillo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sana mereka akan melakukan pemusatan latihan terakhir serta sparring partner bersama Petr Pietrov (petinju Rusia, mantan world title challenger, Terry Flanagan). Setelah itu langsung bertolak ke London," ujarnya kemudian.
Dijelaskan Simon, panggilan karib Urgyen Rinchen Sim, Daud akan memperebutkan sabuk juara WBA karena disinyalir posisi itu akan kosong. Juara Super Champions WBA, Jorge Lineres, dari Venezuela dijadwalkan akan naik kelas melawan petinju Filipina, Mercito Gesta.
"Kami masih menyebut perebutan WBA Lightweight Elimination Fight karena juara Super Champions WBA, Jorge, akan naik kelas. Banyak kabar di sana setelah pertandingan dia akan naik kelas jadi otomatis pemenang elimination akan naik jadi juara dunia," Sim menjelaskan.
Hanya, masih menurut Sim, untuk tanggal dan lokasi pertandingannya baru bisa diumumkan pertengahan Januari 2018.
"Secara prinsip semua sudah hampir rampung. Tapi karena ada beberapa klausul yang harus saya sepakati sehingga untuk waktu dan tempat pastinya baru bisa diumumkan ke publik sekitar 14-15 Januari, sepulang saya dari Madrid. Saya masih harus bertemu dengan Matchroom Boxing dan Chico Guapo Promotions lebih dulu," ungkapnya.
"Kami berharap Daud harus menang karena ini harga diri bangsa. Sebab, jika Daud juara dia akan membuat sejarah menjadi petinju di Indonesia yang bisa menjadi juara dunia tiga kali. Setelah ini pun kami sudah memiliki rencana besar untuk dia dan regenerasinya, Iwan Zoda," Sim mengharapkan.
(mcy/cas)











































