detiksport
Follow detikSport
Rabu, 31 Jan 2018 18:25 WIB

Mengenal Ruang Kendali dan Monitor Asian Games 2018

Mercy Raya - detikSport
Foto: Dok. Inasgoc. Foto: Dok. Inasgoc.
Jakarta - Main Operation Center (MOC) atau ruang kendali dan monitor bakal menjadi jantung pelaksanaan Asian Games 2018. Dari ruang itu, seluruh kegiatan operasional Asian Games 2018 dipantau.

MOC secara resmi diperkenalkan kepada publik lewat media bertepatan dengan peninjauan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, di Kantor INASGOC, Wisma Serbaguna, Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (31/1/2018). Ruang kendali itu terletak di lantai dasar Kantor INASGOC, tepatnya ruang 'Kaka'.

Di dalam ruangan itu terdapat 24 layar pemantau seluruh kegiatan yang di bawah deputi-deputi di INASGOC (games operation, administration, support, dan security). Dari ruangan itu, panitia pelaksana Asian Games 2018 juga bisa memonitor informasi cuaca, jadwal pertandingan, serta Asian Games Information Services (AGIS).

[Gambas:Video 20detik]

[Baca Juga: Asian Games 2018 Dikendalikan dan Dimonitor Dari Senayan]

Direktur Teknologi Informasi dan Komunikasi INASGOC, Edi Prabowo, menyebut kalau ruang kendali dan monitor itu terhubung dengan semua area yang dianggap sensitif. Seperti, venue pertandingan, wisma atlet, pusat akreditasi, hingga bandara.

"Kami akan antisipasi persoalan yang muncul di lapangan oleh masing-masing departemen INASGOC. Jadi, jika terjadi sesuatu di luar semestinya terjadi dapat langsung diantisipasi," kata Edi kepada pewarta.

Edi mencontohkan salah satu potensi masalah, yakni kemacetan. Atlet menginap di wisma atlet di Kemayoran, sedangkan venue ada di kompleks Gelora Bung Karno, Senayan. Dari MOC itu INASGOC bisa memantau pergerakan bus atlet, baik dari wisma atlet menuju venue atau sebaliknya.

[Baca Juga: Wapres JK Resmikan Ruang Kendali dan Monitor (MOC) Asian Games 2018]

"Kami akan memasang alat pemantau lokasi bus (GPS) atlet sehingga kami mengetahui jika ada potensi persoalan lalu lintas yang muncul. Kami akan mengarahkan pengemudi bus untuk mendapatkan rute alternatif," dia menjelaskan.

Selain itu, untuk menuntaskan masalah lalu lintas dan keamanan, INASGOC akan bekerja sama dengan Traffic Management Center (TMC) Polri.

Dengan adanya MOC dan bantuan TMC Polri, INASGOC optimistis penanganan masalah akan kurang dari dua jam.

Direktur Teknologi Informasi dan Komunikasi INASGOC, Edi PrabowoDirektur Teknologi Informasi dan Komunikasi INASGOC, Edi Prabowo (Mercy Raya/detikSport)

"Untuk hal-hal yang sifatnya rutin, kurang dari satu jam persoalan sudah harus selesai. Jadi langsung direspons dan selesai. Sementara, untuk (masalah yang) levelnya menengah, atau cluster, misalnya di area Senayan, dengan banyak venue, ada cluster center di situ yang tidak bisa diselesaikan di venue. Penyelesaiannya paling tidak dua jam. Begitu lewat dua jam, maka masuk ke sini (MOC)," dia mengungkapkan.

Diuji Coba Saat Test Event

Menurut Edi MOC sudah menjadi fasilitas yang ada dalam setiap penyelenggaraan Asian Games. Termasuk, Asian Games 2014 Incheon, Korea Selatan. Hanya saja, tingkat modernitasnya yang berbeda.

"Syaratnya sama, tetapi dari tingkat kemajuannya mungkin beda dengan Asian Games 2014 Incheon, yang notabene sudah hampir empat tahun lalu. Tentu perkembangan teknologinya jauh. Nah, kami tidak mengikuti apa yang mereka lakukan namun lebih advance," ujar dia.

Ruang kendali dan monitor Asian Games 2018. Ruang kendali dan monitor Asian Games 2018. (Mercy Raya/detikSport)

"Jadi hal-hal yang sifatnya face recognition, walau nanti diterapkan saat game time, tapi pada saat 2014 teknologi itu belum ada. Di mana mengetahui biometrik kita biasanya sidik jari, ini sekarang sidik wajah. Ini yang nanti terintegrasi ke MOC," Edi mengungkapkan.

Edi mengatakan pengaplikasian MOC akan diuji coba pada saat test event Asian Games yang akan berlangsung 8-15 Februari di kawasan Jakarta. Dia berharap dari test event itu bisa didapatkan detail alur koordinasi INASGOC dengan masing-masing departemen dalam INASGOC itu sendiri.

"Cenderung banyak koordinasi. Karena selama ini kami kerja fungsi departemen-departemen. Memang ada koordinasi tapi untuk kemudian kita punya sasaran yang sama untuk penyelenggaraan yang sama untuk event. Nah, ini yang perlu diuji kerjasamanya," katanya.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed