detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 22 Feb 2018 14:00 WIB

Saat Kelas 62 Kg Angkat Besi Dihapus, Eko Yuli Sakit Tifus

Mercy Raya - detikSport
Foto: Wahyu Putro A/Antara Foto Foto: Wahyu Putro A/Antara Foto
Jakarta - Di tengah kontroversi dihapusnya kelas 62 kg angkat besi pada Asian Games 2018, Eko Yuli Irawan masuk rumah sakit. Dia kena tifus.

Sebagai tuan rumah Asian Games 2018, Indonesia keberatan dengan dihapusnya kelas 62 kg. Kelas itu merupakan salah satu kelas andalan Indonesia untuk meraih medali emas dengan mmiliki Eko Yuli Irawan.

Tapi rupanya, kesiapan Eko untuk tampil di Asian Games juga sedang dispekulasikan. Lifter 28 tahun yang menyumbangkan perak untuk Indonesia pada Olimpiade 2016 Rio de Janeiro itu jatuh sakit.

Eko sakit saat menjalani masa liburan usai test event Asian Games di JIEXPO Kemayoran yang berakhir Minggu (11/2/2018). Dalam ajang iotu, Eko meraih medali emas dari kelas 62 kg.

[Baca Juga: Kelas 62 Kg Angkat Besi Dihapus Dari Asian Games, Ini Respons Menpora]

"Intinya, kami semua menyayangkan ada keteledoran masalah minuman. Dia memang sudah kebiasaan minum minuman soda dari 2012. Tapi karena umur kali ya dan mungkin maagnya kena. Perut kosong pula jadinya masuk rumah sakit," kata Dirdja pada Kamis (22/2/2018).

Dikatakan Dirja, peraih medali perak Olimpiade Rio de Janeiro ini sudah menginap di rumah sakit selama tiga hari. Dokter memintanya untuk istirahat total agar proses penyembuhan bisa cepat.

"Sebenarnya enggak parah banget cuma dia kan orangnya tidak bisa diam. Jadi kalau di rumah sakit kan bisa istirahat total. Kemungkinan besok sudah bisa pulang tapi kami masih akan istirahatkan dia dulu sampai pulih benar," ungkap Dirdja.

Tidak terpantaunya asupan Eko menimbulkan pernyataan jika di Markas Komando Pasukan Marinir (Mako Pasmar) II di jalan Kwini 2, Jakarta Pusat, tidak sepenuhnya baik. Namun, Dirdja membantah lantaran kejadian Eko masuk rumah sakit saat di rumah.

"Kalau di Kwini kami pantau banget. Bahkan sampai ke sauna kita ikuti. Cuma masing-masing ada pas sekarang dikasih tegorannya. Ya bagaimana," dia mengungkapkan.

"Yang jelas masa over weight pasti kami dampingi. Cuma sebelum masuk rumah sakit posisinya di rumah. Saat setelah tanding dia pulang ke rumah. Kemudian paginya minum soda padahal perut kosong. Malamnya kemudian meriang sekitar Selasa masuk rumah sakit," dia menjelaskan.


(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed