DetikSport
Selasa 06 Maret 2018, 23:06 WIB

Tunjukkan Progres, Surahmat Dipuji Pelatih Kepala Angkat Besi

Mercy Raya - detikSport
Tunjukkan Progres, Surahmat Dipuji Pelatih Kepala Angkat Besi Surahmat saat tampil di SEA Games 2017 Kuala Lumpur. (Foto: Wahyu Putro A/Antara Foto)
Jakarta - Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) menggelar tes menuju Asian Games 2018. Dari hasil tes, Surahmat dinilai memuaskan.

Tes angkat besi berlangsung dalam pelatnas di Markas Komando Pasukan Marinir (Mako Pasmar) II, Jakarta Pusat, Selasa (6/3/2018). Tes ini diikuti oleh 11 atlet yang terdiri dari enam lifter putri dan lima lifter putra.


Enam lifter putri adalah Yolanda Putri, Sri Wahyuni, Dewi Safritri, Syarah Anggraini, Accedya Jaghaditha, Nurul Akmal. Sementara untuk lima lifter putra antara lain Surahmat, M. Furqon, Triyatno, I Ketut Ariana, dan Rahmat Erwin A.

Dari hasil tersebut, manajer timnas angkat besi Dirdja Wihardja mengapresiasi peningkatan dari para atletnya. Secara khusus, dia memuji Surahmat (56kg) atas hasil angkatannya yang berkembang sangat signifikan.

Surahmat dalam tes kali ini sukses mencapai total angkatan 270 kg, dengan rincian 120 untuk snatch dan 150 kg untuk clean and jerk. Dirdja memperkirakan Surahmat bisa jadi kuda hitam di Asian Games jika terus meningkatkan performanya.


"Ya dia sudah bisa tembus 150 kg untuk clean and jerknya. Itu cukup luar biasa karena kelas 56 kg putra, hanya beberapa (yang bisa)," kata Dirdja, usai tes.

"Saat ini untuk clean and jerk Korea Utara (Om yun-Chol) catatannya 169 kg, dapat emas di Olimpiade, sementara Thailand (Sinphet Kruaithong) mencatat 157 kg. Terpaut 7 kg untuk bisa mendapat medali di Asian Games," Dirdja menjelaskan.

Sebaliknya, I Ketut saat ini cenderung menurun. Penyebab utamanya adalah kondisi yang belum mencapai titik terbaik usai sakit pernafasan.

"Dia habis sakit tapi tadi saat tes sudah lumayan bagus. Memang saat di SEA Games 2017, Ketut mampu mengangkat 147 kg (snatch) tapi saat tes 142 kg. Lalu clean and jerknya 178 kg, di tes 162 kg. Walau begitu ya lumayan," Dirdja mengungkapkan.

Tes internal PABBSI ini turut menjadi ajang pemantauan atlet, salah satunya terkait berat badan.

Lebih jauh Dirdja menambahkan hasil tes internal PABBSI ini juga sebagai pemantauan pelatih, khususnya berat badan si atlet.

"Meski hanya sekadar latihan namun kami diupayakan ketika latihan mereka tidak terlalu jauh berat badannya dengan kelasnya. Ini penting supaya ketika turun dua kg maupun 2,5 kg mereka tak terlalu terpengaruh perfomance-nya. Jadi terbiasa," kat Dirdja.
(mcy/raw)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed