DetikSport
Rabu 21 Maret 2018, 20:45 WIB

Siapkan Langkah Preventif, INASGOC dan PB/PP Geber Simulasi Asian Games

Mercy Raya - detikSport
Siapkan Langkah Preventif, INASGOC dan PB/PP Geber Simulasi Asian Games Foto: Mercy Raya/detikSport
FOKUS BERITA: Menuju Asian Games 2018
Jakarta - Panitia pelaksana (INASGOC) menggeber simulasi Asian Games 2018 bersama pengurus cabang olahraga. Mereka berupaya menyiapkan langkah preventif.

Test event Asian Games 2018 sudah diselesaikan. Untuk mematangkan persiapan lagi, INASGOC menambah dengan simulasi bulutangkis dan basket di Istora Senayan, Rabu (21/3/2018).

Wakil Ketua INASGOC, Sjafrie Sjamsoeddin, mengatakan pelaksanaan simulasi di Istora menyesuaikan venue kedua cabor itu.

"Bisa dilihat masing-masing cabor ada venue manager, ada manajer kompetisi. Keduanya menjelaskan apa yang akan mereka laksanakan dan apa yang mereka perlukan pada saat game time. Setelah dijelaskan maka masing-masiing departemen di INASGOC mensikronisasi antara kebutuhan dan dukungan," kata Sjafrie usai rapat.

Semisal, bagaimana transportasi atlet, ofisial, akreditasi, ticketing, bagaimana mengenai keperluan-keperluan untuk over lay (melengkapi infrastruktur). Dengan demikian, kata dia, saat game time tidak ada kekurangan.

"Dan pertemuan ini tidak hanya dua cabor ini saja. Tetapi akan bergilir cabor dan venue-venue lainnya," ujarnya.

"Yang jelas sesuai arahan dari Ketua INASGOC rapat koordinasi ini harus beres 100 hari sebelum pelaksaan Asian Games dilakukan, yaitu 18 Agustus 2018. Makanya, nanti kami juga akan pergi ke Jawa Barat, kemudian Palembang," kata dia menjelaskan.

"Tapi sekadar workshop dulu, kemudian rapat internal dengan masing-masing deputi, lalu simulasi. Dengan demikian menjelang 100 hari, kita sudah punya kepastian apa yang akan terjadi saat game time nanti," tuturnya.

Kurang Komunikasi dan Koordinasi

Adanya rapat internal terkait pelaksaan Asian Games rupanya memperjelas belum adanya komunikasi dan koordinasi yang baik pada setiap masing-masing departemen dan venue manager.

Sjafrie menyebut dua hal tadi menjadi problem di semua sektor.

"Jadi problem kami adalah mensinkronisasikan satu sama lain sebab ini terdiri dari berbagai macam latar belakang. Karena ini semua interkoneksi sehingga semua harus terintegrasi satu sama lain dan bekerjasama. Selama ini yang kami lihat ya masih seperti single manajemen," Sjafrie mengungkapkan.

Namun, Sjafrie menampik, jika kegiatan ini mendadak lantaran baru digelar lima bulan sebelum pelaksanaan game time.

"Ini sudah ada perencanaannya. Tidak hanya pertemuan hari ini, nanti H-50 akan ada apa, H-100 juga, jadi semua sudah sesuai. Tahun lalu, kami memang fokus masa adminsitrasi, nah tahun ini operasional, tapi bidang itu pun kami bagi-bagi lagi. Jadi bukan dadakan," dia mengharapkan.


(mcy/fem)

FOKUS BERITA: Menuju Asian Games 2018
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed